GuidePedia


                                                                     Uun Jhuanda                                                    

Pandeglang, Global Post
Dalam rangka pelaksanaan fisik pengembangan Jaringan Irigasi Pertanian dilingkungan dinas Pengolahan Lahan dan Air Dinas Pertanian, Uun Jhuanda selaku kasi Pengolahan Lahan dan Air  pada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang lebih jauh mengungkapkan, persiapan pelaksanaan teknis dan administrasi pada pelaksanaan fisik pengembangan Jaringan Irigasi Pertanian ia kumpulkan.

“Jadi kita kumpulkan semua Kelompok Tani bendahara dan pendamping diminta untuk persiapan dalam pelaksanaanya untuk pembangunan Irigasi yang ada di Kabupaten Pandeglang Tahun 2015, dan kita mentargetkan sekitar 5000 H yang terairi oleh irigasi dari 120 titik atau Kelompok Tani yang tersebar di 28 Kecamatan. Tujuan utamanya kita ingin menormalkan keinginan para petani untuk pembangunan maupun rehabilitasi kegiatan Jaringan Irigasi ditingkat usaha tani ditingkat tersier. Kedepannya kita harapkan dengan adanya jaringan Irigasi ini swah-sawah yang tadinya belum terairi atau belum optimal pengairannya jadi bisa optimal, sehingga indek pertnian pertanamannya nantinya bisa bertambah. Paling tidak yang tadinya setahun hanya 1 kali mungkin bisa jadi 2 kali setahun atau bias juga dari padi diselingi palawija,” ujar Uun Jhuanda.

Dikatakan Uun, untuk pelaksanaanya dimulai pada akhir bulan Februari atau diawal bulan Maret 2015 harus sudah berjalan. Sementara mengenai anggarannya dari 1 Ha itu 1 juta Cuma Kelompok Tani disini variasi ada yang dapat 20 juta sampai dengan 50 juta perkelompoknya tergantung usulan dan bentuk dari Irigasi serta sawah yang diairinya. Dan alhamdullilah 100% anggarannya sudah masuk ke Rekening masing-masing kelompok Tani. Untuk pengambilannya ada 2 tahap, yaitu ; tahap pertama 60% dan tahap kedua 40%, untuk tahap kedua nanti mengikuti jalur prosesnya pekerjaan kalau tahap yang pertama sudah dianggap layak fisik dan administrasi maka yang 40% nya bisa diambil, tambah Uun Jhuanda selaku Kasi Pengolahan Lahan dan Air Dinas Pertanian.

Sementara Kabid.Pengolahan Lahan dan Air, Nasir SP.MBA.MP mengungkapkan bahwa kegiatan Jaringan Irigasi ini ada pendamping dari Babinsa kemudian Tim Teknis dari Kabupaten atau PPL yang ada di tiap-tiap Kecamatan. Dirinya berharap kepada Kelompok yang sudah menerima bantuan dari Pemerintah, mereka wajib melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai dengan gambar yang mereka buat, sehingga tepat sasaran terhadap apa yang diberikan Pemerintah dalam rangka percepatan swasembada pangan. Pemerintah Pusat meluncurkan kegiatan perkembangan Jaringan Irigasi, kegiatan Optimalisasi lahan, kegiatan penyediaan sarana Alsin Pertanian itu semua adalah kegiatan-kegiatan dalam rangka percepatan swasembada pangan.

Seiring dengan program swasembada pangan dari pemerintah pusat tersebut, maka Provinsi Banten diberikan beban agar bisa meningkatkan produksi sebanyak 1 juta ton. Maka itu otomatis Kabupaten Pandeglang sebagai daerah yang luas lahan baku sawahnya tentu nanti kontrubusinya yang diharapkan paling besar dari Prov. Banten, termasuk menjadi harapan kita dengan diluncurkan kegiatan-kegiatan perbaikan Irigasi ini akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi, karena dengan pengembangan Irigasi tentu akan menaikan indek pertanaman yang sekali, jadi bisa dua kali. Minimal setengah kali saja sesuai harapan dari Pemerintah, ungkap Nasir SP.MBA.MP selaku Kabid.Pengolahan Lahan dan Air di Dinas Pertanian. (Ujg/Td).  


 
Top