GuidePedia

Abraham Samad
Jakarta, Global Post 
Komisi III DPR akan memanggil sejumlah tokoh terkait dengan dugaan manuver politik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Pemanggilan itu untuk mendalami sejauh mana kebenaran soal manuver politik itu sebagaimana diembuskan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman mengatakan, tokoh yang akan dipanggil tersebut adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, dan Feriyani Lim alias Siska yang merupakan terduga wanita dalam foto 'mesra' bersama Abraham. Mereka akan dikorek keterangannya awal pekan ini.

"Senin depan Komisi III akan panggil Tjahjo, Andi, Hendropriyono, dan Siska. Kalau tidak datang, ya ada risikonya sesuai Undang-Undang MD3," kata Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2015).
Dijelaskan dia, Komisi III akan mendalami semua kesaksian dari keempat orang tersebut guna mendalami dugaan manuver politik Samad, terutama soal dugaan pertemuan dengan elite PDIP jelang Pilpres 2014 lalu.
Selain itu, Komisi III juga akan menelisik siapa yang berinisiatif atas dugaan pertemuan Samad dan elite PDIP itu, apakah Samad atau dari elite partai berlambang moncong putih.

"Ini perlu diklarifikasi karena Hasto bilang yang berinisiatif adalah Abraham," ujar politikus Partai Demokrat tersebut.

Benny menambahkan, pemanggilan ini juga bertujuan untuk menelusuri apakah ada upaya pelemahan terhadap KPK atau tidak. Sebab, dia mencurigai ada upaya pelemahan terhadap KPK dengan segala tuduhan Hasto kepada Samad.

"Kami curiga ini bagian dari upaya mendelegitimasi KPK. Kalau (tuduhan Hasto) tidak terbukti, maka publik bisa menilai," ucap Benny.

Sebelumnya Hasto Kristiyanto mengatakan soal dugaan pertemuan Samad dengan elite PDIP terkait rencana pencalonan Ketua KPK tersebut sebagai calon Wakil Presiden pendamping Jokowi pada 2014 lalu. Selain itu, Samad juga dituding terlibat dalam pemalsuan dokumen paspor Feriyani Lim.
KPK Bakal Lapor ke Jokowi Atas Teror

Sementara beredar kabar terkait adanya Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima teror. Wakil Ketua KPK Zulkarnain menjelaskan pihaknya merespons dugaan teror tersebut dengan melayangkan surat pada Presiden Jokowi.

"Menghadapi seperti itu kita sudah sampaikan ke Presiden dan pimpinan Polri. Kita sudah bicara ke pimpinan polri untuk menindaklanjuti sebagaimana mestinya. Nanti kita lakukan itu (buat surat untuk Jokowi)," kata Zulkarnain, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Zulkarnain berharap agar tidak terjadi teror di tengah penegakan hukum yang sedang dilakukan. Bila ada teror, tentunya akan menghambat proses hukum yang tengah berjalan.

"Keadilan yang diharapkan masyarakat itu bisa terjadi. Jadi kalau ada hal-hal katakanlah teror dan sebagainya penegakan hukum bisa malah mengancam proses hukum tidak berjalan tidak sesuai yang diharapkan," tutur Zulkarnain.

Sedangkan Tim 9 yang ditugaskan untuk menangani perselisihan antara KPK dan Polri sebelumnya juga menyambangi Gedung KPK. Tim tersebut juga berencana melaporkan dugaan ancaman tersebut ke Presiden Jokowi.
"Iya (laporkan ke Presiden Jokowi) dengan ancaman ini. Saya rasa semua pihak harus mawas diri dan kita harapkan nanti Presiden akan mengambil langkah-langkah yang berarti," ujar anggota Tim 9 Jimly Asshiddiqie di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/2) pekan lalu.

Isu teror mencuat usai KPK menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pun  mengonfirmasi kebenaran teror tersebut.

"Sebagai pimpinan KPK, kami ingin mengonfirmasi, benar telah terjadi dan ada ancaman yang sangat serius terhadap penyidik kami, terhadap struktural kami, dan staf kami. Ancaman ini sungguh-sungguh sangat serius,” ujar Bambang. (Lp6/Red/Ant)
 
Top