GuidePedia


Tampak dari sebelah kiri Ipda Ferdian Candra, S.Sos (Kasat Narkoba), Tersangka BJ atau Sebo (tengah), dan  AKBP Dicky Sondani SIK.MH Kapolres Aceh Tamiang (paling kanan)
Aceh Tamiang, Global Post
Kerja keras satuan Resnarkoba Polres Aceh Tamiang dalam pengintaiannya terhadap Pelaku tindak kejahatan Narkoba, berhasil mengamankan seorang pelaku sebagai kurir berinisial BJ 38Th warga Desa Bukit Seraja kecamatan Julok kabupaten Aceh Timur dan barang bukti seberat 6,1 kg (6147,04 gram) Narkotika jenis Shabu dan 30.000 Butir jenis Pil Extacy serta barang bukti lainnya, diperkirakan senilai Rp. 21 milyar.
Dalam siaran Persnya  Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dikcy Sondani,SIK.MH. di dampingi Kasat Narkoba Ipda Ferdian Candra, S.Sos di Mapolres Aceh Tamiang, Senin (19/1//2015) menjelaskan terkait Dengan adanya informasi yang di terima pada tanggal 15 Januari 2015 akan adanya transaksi Narkoba  jenis sabu dan extacy yang diduga pelaku menggunakan mobil Truck Interkuler bernomor Plat kendaraan BK 9056 BU, sehingga pada tanggal 16/1/205 sekitar pukul 07.00 Wib mobil yang sudah menjadi Target Operasi (TO) melintas dari arah Medan langsung di ikuti oleh personil SatNarkoba sampai ke kecamatan Julok kabupaten Aceh Timur, di dalam pengembangan dan pengintaiannya selama beberapa hari, SatNarkoba Aceh Tamiang berhasil melakukan penyergapan terhadap mobil Truck interkuler bernomor Plat kendaraan BK 9056 BU pada tanggal 18/01/2015 sekitar pukul 23.00 Wib di persimpangan menuju pelabuhan Kuala Langsa  tepatnya di kilo meter 5, pelaku berbelok arah dan masuk ke jalan menuju pelabuhan kuala langsa, penyergapan tersebut dilakukan, karena  dikhawatirkan pelaku akan menghilang dari pantauan SatNarkoba.
Selanjutnya AKBP Dicky Sondany, SIK.MH. menegaskan bahwa kasus ini akan di kembangkan di tingkat jaringan-jaringan dan penadah-penadah, ini merupakan Kasus terbesar yang di ungkapkan oleh jajaran kepolisian  Aceh, pada waktu yang sama Kapolres mengatakan bahwa tersangka pelaku sebagai kurir pembawa Narkoba di bayar dengan biaya kirim Rp. 150.000.000, Narkotika tersebut diduga diseludupkan dari wilayah sungai raya kabupaten Aceh Timur, selanjutnya akan di kirimkan ke Medan dan kemungkinan besar ini ada keterkaitannya dengan Jaringan Narkotika Internasional yang masuk berasal dari daerah negeri jiran China dan Malaysia.
Ditempat terpisah AKBP Dicky Sondany,SIK.MH. mengatakan saat temu Pers pada tanggal 23 Januari 2015 di dalam pengembangannya terhadap kasus tersebut pihaknya berhasil menemukan sejumlah barang bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 11 kg dan 140000 butir Pil extacy,yang di temukan di dalam sebuah tanki minyak dan di dalam Ban mobil truck cadangan.
Akibat perbuatannya tersangka akan di jerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman hukuman mati dan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan pidana paling lama 20 (dua puluh) tahun, untuk Pengembangan kasus ini akan terus kita ungkap berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) lebih lanjut,” tegas Kapolres. (Abdul Karim/SW)






 
Top