GuidePedia


Indramayu, Global Post
Pembudidaya burung puyuh di kabupaten Indramayu rupanya masih sangat jarang sekali, sehingga di kabupaten Indramayu sangat kekurangan stok telur puyuh, padahal telur burung puyuh banyak diminati warga karena memang memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi dibandingkan telur ayam biasa.

Umumnya selama ini stok telur burung puyuh di kabupaten Indramayu dan jawa barat masih di distribusi dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Menurut Karpin salah seorang pembudidaya burung puyuh dari desa Larangan kecamatan Lohbener kabupaten Indramayu ketika ditemui kemarin (31/01), budidaya burung puyuh memiliki prospek yang baik dan menjadi usaha alternaltif yang menjanjikan, karena jenis burung ini masih jarang dibudidaya oleh para peternak di Indramayu. Ia mulai merintis usaha budidaya burung puyuh ini sejak tahun 90-an dan hasil yang di dapat cukup lumayan, Omzet dari bisnis ini pun lumayan menguntungkan.

Selain memproduksi telur puyuh Karpin juga memproduksi bibit telur puyuh tetas, Pengembangan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen (pembudidaya), juga untuk cadangan stock masa non produktif puyuh miliknya, sementara itu untuk burung puyuh yang telah mencapai masa non produktif, dagingnya bisa di distribusikan juga ke para konsumen.

Semenjak usahanya mulai dibuka tahun 90-an hingga sekarang dengan menggunakan dana seadanya dan baru bisa mengelola 1000 ekor burung puyuh, Karpin optimis bisa mengembangkan lebih banyak lagi. Untuk itu dihadapan wartawan Karpin berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selama mulai pertama kali membudidaya burung puyuh ia mengaku tidak pernah mendapatkan kucuran bantuan dana dari pemerintah, oleh karena itu Karpin berharap pemerintah dapat mengalokasikan dana terhadap para pembudidaya burung puyuh, karena bagaimanapun usaha ini juga dalam rangka tercapainya IPM (Indeks Prestasi Manusia) di kabupaten Indramayu. (Rudi) 
 
Top