GuidePedia


Bandung, Global Post
Perhiasan seperti emas sudah lazim dimata masyarakat, tetapi lain halnya dengan perhiasan yang berupa Batu Akik. Para pecinta batu akik saat ini sangat banyak sekali, begitu juga para pedagang dimana-mana dan di setiap sudut Kota Bandung sudah ada.

Di ITC Kebon Kalapa Kota Bandung lantai 1 dan lantai 2 semua berdagang batu akik, sedangkan di lantai 2 biasanya di isi oleh pedagang Handphone. Saat ini penggemar dan pedagang batu akik sangat menjamur, ibarat jamur tumbuh setelah hujan.

“Pedagang batu akik di ITC Kebon Kalapa ini ramai sejak 3 bulan terakhir, ada yang beralih profesi yang dulunya pedagang Handphone sekarang menjadi pedagang batu akik,” katanya.

Bahkan menurut salah satu pedagang batu akik (Mamak Metal) yang kebetulan juga salah satu pengurus ITC Kebon Kalapa Kota Bandung kepada Global Post, Minggu (8/2).

“Batu akik ini banyak macamnya, ada yang bernama sungai dareh, bacan doko, sulaiman, pancawarna, giok dan banyak lagi namanya. Harganyapun bervariasi dan fantastis, dimulai harga 200.000 sampai  5 juta. Batu akik ini harganya tergantung pada orang yang beli, tidak ada harga pasaran, kalau suka dan cinta berapapun harganya tetap akan dibelinya,“ ungkap Mamak Metal.

“Penggemar batu akik ini merupakan hobby, kalau tidak hoby dikasih harga murahpun pasti dia tidak akan membelinya. Penggemar batu akik selain laki-laki juga ada penggemarnya dari kaum wanita,“ lanjutnya.

“Batu akik ini didapat dari segala penjuru daerah di Indonesia, seperti Sumatera Barat, Lampung, Garut, Ternate dan Pulau Kalimantan,” imbuhnya.

“Dahulunya pedagang batu akik ini berjualan di trotoar jalan dan menghambat para pengguna jalan lainnya, oleh karena itu pihak Manajemen ITC Kebon Kalapa berinisiatif untuk mengumpulkan menjadi 1 kelompok pedagang batu akik ini di lantai 1 dan 2 ITC Kebon Kalapa Bandung, dari pada mengganggu dan mengakibatkan kemacetan jalan lebih baik di kumpulkan,” ungkap Mamak Metal.  (Arv)
 
Top