GuidePedia

Bengkulu, Global Post
Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu di depan kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu, Selasa (27/1/2015).

Massa yang hadir dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai 20 orang mahasiswa, hal ini diakui Koordinator aksi lapangan Iqbal Arfi. Aksi tersebut mengambil titik star  dari masjid Al-Taqwa Jl.Soekarno Hatta Kel. Anggut atas Kec.Ratu samban Kota Bengkulu menuju ke gadung Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Dalam aksinya mahasiswa melakukan orasi didepan kantor kejaksaan Negeri Bengkulu dengan Tujuan Mendukung sepenuhnya pihak Kejari mengusut tuntas kasus Bansos Pemkot Bengkulu tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014 agar segera tetapkan tersangka utamanya.

Wito, M. Hum, Kajari Bengkulu dalam Peryataan mengucapkan terimaksih atas dukungan yang diberikan dari berbagai pihak dan mahasiswa kepada Kejari Bengkulu. Disamping itu Pihak Kejari juga menyesali apabila aksi yang mulia dalam penegakan korupsi ini ada yang menumpangi. “Kejaksaan memang alat negara, bukan peralatan. Pada prinsipnya pihak kejaksaan akan menyikapi kasus ini secara profesional tanpa pandang bulu dan dimata hukum semua orang kedudukannya sama,” katanya.

Penegakan supresmasi hukum harus berdasarkan Fakta hukum bukan dorongan seseorang ataupun pesanan politik. “Masyarakat jangan khwatir saya akan konsisten dan akan melakukan penegakan hukum secara bijaksana,” ujar Wito.

Sebelum mengakhiri aksinya, sejumlah perwakilan massa memberikan ayam jago sebagai simbol keberanian kepada kejaksaan. (Bas)
 
Top