GuidePedia

Subang, Global Post
Komisi III DPRD Subang menegur Pemkab Subang terkait banjir yang terjadi di Kelurahan Cigadung, yang merendam 1.200 rumah warga, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi III Bangbang Irmayana menilai banjir yang terjadi di Cigadung untuk pertama kalinya itu ada faktor kelalaian pemerintah dalam hal pengawasan. Karenanya, ia mendesak Pemerintah segera melakukan pembenahan infrastruktur saluran air atau aliran sungai.

"Pemerintah harus sigap menangani sumber-sumber yang menjadi penyebab banjir, diantaranya dengan melakukan antisipasi sementara, membenahi tanggul yang jebol," kata Bangbang kepada Global Post, Rabu (4/2/2015).

Selain lakukan pembenahan tanggul yang jebol, jelas Bangbang, pihaknya mendorong pemerintah dalam hal ini Dinas Tataruang, Pemukiman, dan Kebersihan dan Dinas Binamarga dan Perairan Subang, untuk segera lakukan normalisasi sungai dan harus dilakukan pelebaran pintu uyuh.

"Pihak developer terutama pengembang harus bertanggung jawab, dalam arti, kan pada dasarnya pengembang ini keliatannya tidak sesuai dengan amdal. Sehingga sama-sama ikut membenahi dan membuat saluran," tandasnya.

"Kita akan panggil dinas terkait, paling tidak minggu depan kita akan panggil. Tapi kita upayakan akan layangkan surat permintaan itu," pungkas politisi Golkar tersebut.

Sikap itu disampaikan Bangbang usai menerima aspirasi dari warga dan lurah Cigadung, Yuli Merdekawati di ruang Komisi III DPRD Subang. Bersama beberapa perwakilan warga, Yuli menyampaikan terkait banjir yang terjadi di wilayahnya. (H. Agus Jayusman/Ua Manto)
 
Top