GuidePedia

Sukabumi,  Global Post
Berdasarksn keterangan Kepala Unit Peiaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Cisolok, Deden Daenuri, yang dihimpun Global Post baru-baru ini bahwa penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolab (BOS) berpedoman pelaksanaannya sesuai petunjuk teknis (Juknis) dapat digunakan untuk 13 Jenis Komponen, diantaranya 1) Pembiayaan Pengembangan Perpustakasn, 2) Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, 3) Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa, 4) Kegiatan Ulangan dan Ujian, 5) Pembelian bahan-bahan habis pakai, 6) Langganan daya dan jasa, 7) Perawatan sekolah, 8) Pembayaran honorarium bulanan guru, 9) Pengembangan profesi guru, 10) Membantu siswa miskin, 11 ) Pembiayaan pengelolaan BOS, 12) Pembelian perangkat komputer, dan ke 13) Komponen Pembiayaan lainnya jika seluruh komponen 1 s/d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS),  ungkapnya.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, bahwa adanya prasangka tentang pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Guru Daerah Terpencil (Gurdacil), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan sertifikat Kurikulum 2013 (Kurtilas) semua itu tidak benar. Pasalnya hanya merupakan kelambanan berhubungan komunikasi antar guru-guru, kepala sekolah, dan pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok. Adapun prasangka tersebut telah diralat oleb gu¬ru-guru maupun kepala sekolah. Padahal sesunguhnya patut diberikan apresiasi bagi beberapa guru daerah terpencil (Gurdacil) yang membagi sebagian rezekinya kepada pegawai UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok yang tergolong honorer. Karena Gurdacil tersebut merasakan dengan sesama berstatus honorer, bukan berarti kebanyakan rezeki, melainkan rasa kepedulian dari lubuk hati yang paling dalam, walaupun hanya alakadarnya, yang terpenting keikhlasan. Mengingat pegawai honorer pada UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok tersebut honornya kisaran di angka  500.000 s/d 1.000.000,  tentu jauh di bawah UMK Kabupaten Sukabumi, Jelasnya.

Lebih lanjut dikataksn Deden Daenuri, dalam menyikapi permasalahan tersebut tentunya harus dengan kepala dingin, mungkin ada segelintir orang yang kurang berkenan dengan adanya pembenahan yang dilakukan ? Kendati pun demikian kita ini adalah keluarga, dalam keluarga semuanya anak bapak. Anak-anak itu kan berbeda-beda, ada yang nakal dan ada yang penurut, semuanya dalam perkembangan dewasa (masa sesudah kanak-kanak), anggap saja hal ini merupakan suatu ujian dalam keluarga serta diambil hikmahnya. Tak mustahil, beberapa waktu lalu dalam rapat pernah menyampaikan sesuatu yang sifatnya himbauan (mengajak dengan sukarela) kepeda peserta rapat untuk berpartisipasi dan tidak diwajibkan bantuan tersebut, hanya merupakan keridhoan serta keikhlasan. Persoalannya adalah bahwa UPTD Pendidikan Kecematan Cisolok, juga sejumlah kegiatan dan pengurusan berkas membutuhkan biaya, karena UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok tidak ada anggaran,  sementera kegiatan dan  pengurusan  berkas  butuh biaya.

Mungkin Permasalahan itulah ada vang tidak berkenan sehingga mencuat ke permukaan. Mudah-mudahan dengan kejedian ini merupakan Pembelajaran bagi kita   semua,   menurut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan  Cisolok,  Deden Daenuri sambil mengakhiri percakapannya dengan Global Post. (as/dm)

 
Top