GuidePedia

                                        Bupati Kediri beserta rombongan sedang menyaksikan
                                                         tata cara pembibitan buah

Kab. Kediri, Global Post - Dari setiap kunjungan kerja formal maupun kegiatan blusukkan yang dilakukan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno pada saat hari kerja maupun hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Utamanya mengunjungi desa desa yang memiliki potensi lahan yang dapat ditanami buah unggul, beliau selalu mengajak masyarakat untuk menggalakkan penanaman buah lokal unggul.

Apalagi di saat musim penghujan seperti ini merupakan waktu yang paling baik dan tepat untuk menanam buah lokal unggul tersebut. Maka di setiap kunjungannya mulai awal musim penghujan ini dr. Hj. Haryanti Sutrisno pasti selalu menghimbau dan mengajak kepada petani dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pertanian, halaman, pekarangan, lahan kosong atau lahan lain yang potensial ditanami buah-buahan dengan penanaman buah lokal unggul.

Selain di lokasi diatas, di lokasi sumber-sumber air dr. Hj. Haryanti Sutrisno juga selalu memberikan contoh secara langsung penanaman buah lokal unggul di sekitar sumber air tersebut. Selain itu beliau juga mengajak masyarakat sekitarnya untuk selalu merawat pohon-pohon yang sudah ada dan melarang penebangan secara sembarangan. Kita harus selalu merawat sumber air dengan menambahkan tanaman baru berupa pohon-pohon yang dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan debit sumber mata air seperti pohon trembesi, mahonni dan tanaman buah lokal unggul.

Tanaman buah lokal unggul tersebut selain dapat meningkatkan kualitas kelestarian alam juga dapat diambil manfaat buahnya. Sehingga dengan demikian selain manfaat pelestarian alam, tanaman buah lokal unggul juga dapat meningkatkan gizi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, jelas dr. Hj. Haryanti Sutrisno.
Bahkan tidak jarang pada saat blusukan ke desa-desa dan sumber air tersebut, dr. Hj. Haryanti Sutrisno sekaligus membawa dan memberikan bantuan tanaman buah lokal unggul secara pribadi kepada masyarakat atau petani. Jenis tanaman buah yang diberikan biasanya disesuaikan dengan kesukaan masyarakat dan potensi alam atau jenis tanah pada lahan mereka.

Dalam kesempatan tersebut dr. Hj. Haryanti Sutrisno selalu mengingatkan dan mewajibkan kepada masyarakat atau petani penerima bantuan tanaman buah lokal unggul untuk menanam dan merawat secara sungguh-sungguh dan baik tanaman tersebut.

Bahkan dr. Hj. Haryanti Sutrisno tidak lupa juga selalu mengatakan jika perawatan tanaman buah lokal unggul tersebut kurang baik atau mati maka masyarakat atau petani penerima bantuan wajib segera mengganti dan menanam lagi dengan jenis tanaman buah unggul yang sama atau lebih baik dari tanaman buah unggul semula.

Jika perlu Kepala Desa dan Aparat Desa serta PPL di wilayah penanaman buah lokal unggul tersebut juga harus ikut bertanggung jawab. Karena perlu kita ketahui bahwa para aparat tersebut memang memiliki tugas harus selalu mendampingi dan membimbing para petani atau masyarakat mulai dari pengusulan, penerimaan, penanaman, perawatan sampai tanaman buah lokal unggul tersebut dapat diambil buah atau manfaatnya, tegas dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Kewajiban menanam dan merawat bantuan tanaman buah lokal unggul secara sungguh-sungguh dan penggantian tanaman buah lokal unggul tersebut jika mati, memang saya berlakukan karena ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran dan rasa tanggungjawab bagi penerima bantuan tanaman buah unggul dan aparat tersebut, jelas dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Disamping itu bibit tanaman buah lokal unggul ini harganya mahal dan keberadaannya juga jarang serta betul-betul berasal dari dana pribadi saya. Hal ini secara serius saya lakukan karena saya yakin ini merupakan salah satu bentuk perwujudan cinta terhadap kelestarian lingkungan yang dapat menjadikan peningkatan kualitas alam, peningkatan gizi, kesehatan dan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri, tegas dr. Hj. Haryanti Sutrisno. (mbang-hms)
 
Top