GuidePedia

Sukabumi, Global Post 
Sebanyak 11 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dinyatakan rawan bencana banjir, tiga kecamatan di antaranya masuk kategori zona merah. Kondisi ini merupakan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tiga kecamatan yang masuk zona merah rawan banjir itu yakni Simpenan, Ciemas, dan Purabaya. Sedangkan wilayah yang masuk zona kuning diantaranya Gegerbitung, Cisolok, Palabuhanratu, dan Kalibunder.

“Potensi kerawanan bencana banjir dikategorikan menjadi zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Untuk zona merah merupakan daerah yang betul-betul perlu diwaspadai karena potensi terjadinya banjir cukup tinggi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar kepada Global Post, Kamis (12/2).

Menurut Irwan, pihaknya juga terus mengantisipasi terjadinya banjir. BPBD telah mengeruk aliran-aliran sungai yang terindikasi terjadi sedimentasi. Pengerukan tersebut kerja bareng dengan PU (Pekerjaan Umum) sebagai penyedia alat berat. Pasalnya, bencana banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi satu di antaranya akibat sedimentasi di aliran sungai sehingga mengakibatkan debit air meluap saat curah hujan tinggi.

“Seluruh kecamatan untuk siap siaga menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini. Kami belum bisa memprediksi sampai kapan curah hujan masih terus tinggi. Dari prediksi BMKG saat ini merupakan puncaknya hujan tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Di Kota Sukabumi dari tujuh kecamatan, sebanyak tiga diantaranya cukup berpotensi terjadi banjir dan longsor. Ketiga kecamatan itu antara lain Cikole, Gunungpuyuh, dan Baros. (as/dm)
 
Top