GuidePedia

Jakarta, Global Post
Pencarian demi pencarian yang disertai semangat kerja keras demi kemanusian, akhirnya sebanyak tujuh objek yang diduga bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 masih belum teridentifikasi hingga Jumat (9/1). Karena itu rencananya Tim SAR Gabungan akan melakukan konfirmasi mengenai objek tersebut.

"Pencarian objek dengann sasaran di bawah laut tetap dilakukan di sektor prioritas II. Ada tujuh objek di bawah permukaan laut yang diduga bagian pesawat dan belum di konfirmasi," ungkap Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo di  Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Sebelumnya ada sebanyak 12 objek ditemukan bersama penemuan ekor pesawat. Kemudian kapal Baruna Jaya I menemukan dua objek tambahan. Dari 14 objek yang ditemukan, delapan di antaranya sudah dikonfirmasi.

Soelistyo menambahkan, operasi penyisiran akan dilakukan di sektor I, sektor II, sektor III, dan sektor IV.
Diakui Soelistiyo tim evakuasi gabungan belum bisa  mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501 karena cuaca buruk. Tidak hanya cuaca, gelombang mencapai tiga meter dan arus bawah laut yang cukup kencang.  "Ombak 1-3 meter, arus kencang kita perlu menambah balon untuk jaga keseimbangan. Pengangkatan akan dilakukan besok," katanya.

Skenario untuk pengangkatan ekor pun telah disiapkan. Bahkan, crane pun sudah disiapkan untuk teknik sling. Satu kapal ponton telah disiapkan untuk terlaksananya skenario sling.
44 jenazah

Dalam kesempatan tersebut Soelistyo  mengungkapkan bahwa jumlah korban AirAsia QZ8501 yang sudah dievakuasi berjumlah 44 jenazah. Dari jumlah itu, tiga masih berada di kapal Tim SAR Gabungan. "Hari ini (Kamis - red)  hasil penemuan jenazah yang sudah terkonfirmasi 44 jenazah. Dari 44 itu sebanyak 41 sudah di Surabaya. Tiga jenazah di kapal," kata dia.

Sebanyak tiga jenazah itu berada di tiga kapal yang berbeda. "Satu di KN SAR Pacitan, KD Kasturi dan JS Onami," jelas Soelistyo.

Ketiga jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi dari kapal, Jumat (9/1) lalu. Setelah tiba di Pangkalan Bun, jenazah akan diberangkatkan ke Surabaya untuk proses identifikasi.

Tampaknya kerja keras Tim SAR perlu kita apresiasi yang telah berhasil menemukan sejumlah korban dan beberapa serpihan pesawat. Terlebih ditengah Perdebatan mengenai pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas aktivitas penerbangan pesawat nahas AirAsia Indonesia QZ 8501 pada Minggu pagi, 28 Desember 2014, berkembang paralel dengan pertanyaan publik mengenai peristiwa yang melatarbelakangi musibah yang menimpa pesawat naas tersebut meski dugaan sementara diarahkan pada kecelakaan pesawat yang disebabkan oleh awan cumulonimbus (awan CB) yang selama ini banyak dilansir oleh berbagai media massa.

Pihak maskapai AirAsia Indonesia dipersalahkan telah melanggar izin rute penerbangan periode winter 2014-2015 26 Oktober 2014-26 Maret 2015 yang seharusnya menjadi otoritas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (try-Analis/Ant/Red)
 
Top