GuidePedia

Sumut, Global Post 
Polisi Resort Serdang Bedagai (Polres Sergai) dinilai over acting ketika melakukan pengamanan terhadap artis Judika Sihotang dan Ikke Nurjanah yang tampil dipuncak acara Gebyar hari jadi ke 11 Kabupaten Sergai, Rabu (7/1) di lokasi eks MTQ kompleks Replika Istana Sultan Serdang Kelurahan Melati Kebun Kecamatan Pegajahan

Alhasil tindakan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada saat itu mendapat cemohan dari warga maupun rekan-rekan media yang ingin meliput berita tersebut.

“Ada oknum polisi berinisial AS yang ditugaskan mengamankan pintu masuk panggung utama, tempatnya Judika dan Ikke manggung terlalu berlebihan ketika menjaga penonton,” kata Suriyadi (35), warga Sergai, dari wartawan harian terbitan Medan dilokasi acara.

Brigadir Polisi AS yang berpakaian dinas lengkap itu, tidak hanya over acting (berlebihan-red) saja ketika melakukan pengamanan agar penonton tidak memasuki kedalam area yang dilarang panitia, tetapi juga mencegah dan melarang wartawan yang melakukan peliputan.

“Dia (oknum polisi AS-red) tidak hanya melarang penonton masuk saja, tapi melarang wartawan juga. Contohnya, saya (Suriyadi-red) begitu mau masuk dilarangnya, bahkan dia sempat mengatakan kepada saya, semua wartawan dilarang masuk kemari,”jelasnya disaksikan rekan-rekan dari media lainnya.

Anehnya, sambung Suriyadi, usai melarang wartawan yang melakukan peliputan dan penonton ketika masuk tidak memakai tanda pengenal dari panitia. Selanjutnya, satu persatu pengunjung yang mengaku dari saudara TNI-AD dan Polisi diperbolehkan masuk kedalam area panggung utama disaksikan oleh Kapolsek Perbaungan.
Terkait hal diatas, Ketua GAMKI Sergai Jhoni Sitompul ketika dimintai pendapatnya pada wartawan mengaku mengutuk dan menyalahkan tindakan aparat kepolisian dari jajaran Polres Sergai yang over acting dan menghalang-halangi kerja jurnalis yang dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Aksi berlebihan dalam pengamanan itu, oknum polisi AS harus mendapat tindakan tegas berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dari pimpinannya, supaya tidak terulang lagi,” tandas Jhoni diacara gebyar hari jadi ke 11 Kabupaten Sergai tersebut.

Hal kekecewaan ini juga di sampaikan oleh Zainal Abidin dari LSM (LPKH) Lembaga pemerhati keadilan Hukum SUMUT Sergai melihat Oknum keamanan yang melarang masuk seseorang yang sengaja di undang oleh panitia memakai undangan resmi, walau sudah menunjukan surat undangan Resmi dari Panitia namun tak di perkenankan untuk duduk di atas para undangan yang lainya, sementara sebelumnya banyak para undangan yang tak ada membawa surat undangan yang resmi dari panitia di perbolehkan masuk. (Buyung Nasution)
 
Top