GuidePedia

Lebak, Global Post 
Aktivitas pertambangan pasir milik PT Cirende Indo Perkasa menuai protes. Pasalnya dalam kegiatannya perusahaan telah merusak lingkungan dengan menjebol  sungai Cikatapis. Ketua LSM SAMUDRA MPD Lebak Ade Irwan meminta Dinas Pertambangan dan Energi Distamben Lebak untuk menutup aktivitas galian C di desa Kalang Anyar, kecamatan Kalang Anyar karena telah merusak lingkungan dengan menjebol sungai Cikatapis untuk kebutuhan pencucian Pasir.

Menurut Irwan, keberadaan Galian Pasir di desa Kalanganyar  tersebut telah mengancam kelestarian fungsi lingkungan dan kehidupan sosial  ekonomi masyarakat. “Aliran air sungai Cikatapis sangat diperlukan  masyarakat guna keperluan aliran untuk lahan pertanian, dengan adanya penjobolan tersebut debit sungai Cikatapis berkurang terutama pada saat musim kemarau, sehingga menyusahkan masyarakat terutama para petani,” kata Irwan kepada Global Post.

Hal senada diungkapkan Solihin Ketua LSM Dinamika. Menurutnya PT Cirende Indo Perkasa telah melanggar UU No. 23  Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,  Solihin meminta penegak hukum untuk menindak PT Cirende Indo Perkasa yang telah melakukan tindak pidana pencemaran atau perusakan lingkungan hidup.

Lebih lanjut ia memaparkan, selain adanya penjebolan sungai keberadaan galian C di kecamatan Kalang Anyar mengakibatkan kerusakan jalan yang menghubungkan kalang anyar dengan Rangkasbitung. Sejumlah warga mengeluhkan kerusakan yang menjadi jalur perekonomian warga Kalang Anyar.

Sementara itu Camat Kalang Anyar Tedi Kurnaedi menyatakan pihaknya belum mengetahui adanya Penjebolan sungai oleh PT Cirende Indo Perkasa. Menurutnya soal perizinan adalah kewenangan Distamben. “Kita mungkin hanya sebatas menghimbau agar para pengusaha galian pasir untuk memperhatikan dampak lingkungan akibat adanya pertambangan tersebut,” kata Tedi yang akan meninjau lokasi galian tersebut.

Saat ditemui di lokasi galian pasir pengawas PT Cirende Indo Perkasa, Heru mengakui adanya penjebolan sungai Cikatapis untuk kebutuhan pencucian pasir. Namun ia mengatakan telah meminta izin dari Tono aparat desa Kalang Anyar. Ia juga membantah berkurangnya debit air sungai Cikatapis akibat dijebolnya sungai tersebut. Ia menjelaskan sejak dulu memang debit air sungai Cikatapis sangat sedikit, apalagi saat musim kemarau, katanya. (Solihin)
 
Top