GuidePedia

Tangerang, Global Post
Brent G Woo  adalah Warga Negara Asing (WNA), ia adalah seorang penanam modal asing (PMA), dimana perusahaannya yang bergerak dalam bidang persewaan (cargo crane PT. DCG Indonesia. Dalam hal ini Mr. Brent G Woo sebagai Direktur Utama juga merangkap penanam saham. Selaku president Direktur dalam perusahaannya adalah Roh Jae Chung, sementara komisarisnya Yoon Dong Hyuk, demikian dipaparkan Brent G Woo

Lebih jauh Brent G Woo memaparkan berawal tahun 2002 PT. DCG Indonesia, sebelum didirikan Mr Brent G Woo ini  diajak bergabung oleh Mr. Roh Jae Chung di perusahaan PT DCG berdomisili di Korea, dikarenakan perusahaan DSG saat itu telah kehabisan modal untuk kegiatan operasional perusahan dan pembelian alat –alat berat.

Upaya menyelamatkan perusahaan DCG Mr. Roh Jae Chung dengan meminjam uang kepada orang tua Mr. Brent G Woo sebesar 1.020.000.000 (Won) dengan nilai rupiah Rp.  10.200.000.000 dengan jaminan dikembalikan melalui keuntungan perusahaan DCG di dalam perjanjian tertulis di Korea.

Dalam perjanjian tersebut Mr. Brent G Woo diposisikan sebagai direktur sekaligus pemilik saham dengan saham 33,33%. Masih menurut pemaparannya, lagi-lagi sampai tahun 2006 perusahaan DCG belum dapat mengembalikan uang orang tua Mr. Brent G Woo, akhirnya Mr. Roh Jae Chung lagi–lagi mengajak Mr. Grent G woo mendirikan perusahaan DCG di Thailand.

Dan untuk mendirikan Perusahaan DCG di Thailand Mr. Roh Jae Chung meminjam lagi sama mertua Mr. Brent G woo sebesar 350.000.000 (won) sekitar Rp. 3.500.000.000, sehingga total pinjaman Mr. Roh Jae  Chung menjadi Rp. 13.500.000.000 di DCG Thailand.

Mr Brent G Woo dilibatkan sebagai presiden direktur sekaligus pemilik saham 10%. Seiring dengan berjalannya perusahaan itu sampai 2009 belum ada pengembalian uang orang tua dan mertua Brent G Woo oleh Mr. Roh Jae Chung, bahkan pada 15 September Mr. Brent G woo bersama Mr. Roh Jae Chung mendirikan lagi perusahan DCG di Indonesia. Mr Jae Chung berjanji akan menyertakan modalnya sebesar US$ 350.000, tapi lagi–lagi janji Mr. Jae Chung menyertakan modalnya di PT DCG Indonesia tidak dipenuhi, sehingga untuk menunjang oprasional PT DCG di Indonesia Mr. Brent G Woo menggunakan dana pribadi tanpa bantuan dari Mr. Roh Jae Chung.

“Ironisnya saat ini saya dilaporkan seseorang bernama Nam Yoon Ju yang bukan pihak pekerja PT. DCG Indonesia dengan tuduhan penggelapan saham Mr. Roh Jae Chung di Polres Jakarta Utara dengan nomor Laporan No. TBl/818/K/IV/2014/RESJU tertanggal 28 April 2014. Karenanya saya tesenta kaget dengan tuduhan dan terheran–heran. Padahal Mr. Roh Jae Chung lah yang tidak pernah menyetorkan dananya.  Bahkan sampai saat ini pun Mr.R oh Jae Cung masih punya kewajiban Rp. 13.500.000.000 ke orang tua dan mertua saya,” ungkapnya.

Masih menurut penuturan Brent G Woo, anehnya lagi malah saya selaku direktur dan penanam saham diperusahaan tersebut ditetapkan tersangka oleh Polres Jakarta Utara. Dalam proses penyidikan saya merasa ada kejanggalan, maka saya minta pada pihak Polres Jakarta Utara mengaji ulang penyidikan bersikap proporsional dalam menegakan hukum.

Saat wartawan Global Post hendajk melakukan konfirmasi ke pihak Polres Jakarta Utara via telepon ke peyidik Siombing yang menangani kasus ini mengatakan saya tidak berani mengasih keterangan apapun dikarenakan tidak ada izin dari pimpinan, katanya.

Sementara konfirmasi dilanjutkan ke Katim penyidik via telepon tapi tidak pernah diangkat begitu juga dengan SMS yang mempertanyakan perihal diatas tidak pernah dibalas.

Akhirnya Global Post melakukan konfirmasi langsung ke Kaporles Muhammad Iqbal melalui nomor Hp nya ddi 081132xxxx termasuk sms perihal tersebut diatas, namun sayangnya hingga berita diturunkan belum ada jawaban dari polres Jakarta Utara. (Joni)
 
Top