GuidePedia

Sergai, Global Post
Dua proyek yang dianggarkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2013 lalu, seperti Proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Dusun  IV Selapa Ulu Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan dan Pembangunan Garasi Kapal Boat di Puskesmas Tanjung Beringin diduga terjadi harga yang begitu tinggi.

Sebab, anggaran untuk pembangunan Pustu yang dianggarkan dari dana DAK yang dikerjakan CV Nugraha Pratama dengan ukuran 10 x 17 meter DAK mencapai Rp 785 juta, sedangkan anggaran Pembangunan Garasi Kapal Boat dari APBD Sergai dengan ukuran 5 x 10 meter mencapai 474 juta, sehingga hal ini menjadi tanda tanya besar dikalangan masyarakat, selain terjadi  harga yang begitu Tinggi, bangunan Pustu yang dikerjakan pada bulan Oktober 2013 lalu juga banyak yang retak.

Salah seorang kontraktor Sipayung (38) warga Sei Rampah mengatakan mengenai anggaran kedua bangunan tersebut mengatakan bahwa pengerjaan proyek pembangunan Pustu dan Garasi Kapal dinilai terlalu mahal, sebab bila dilihat kondisi bangunan dengan menggunakan dana sebesar itu dianggap tidak wajar.

“Masa sih bangunan kayak gitu aja anggarannya besar kali,” ucap Sipayung kepada wartawan di Sei Rampah, kamis (22/1).

Dikatakan Sipayung, dengan dana sebesar itu seharusnya bangunan tersebut sudah mewah dan besar, tapi kedua bangunan tersebut kita lihat biasa biasa saja tidak ada yang istimewa, hal ini kan jelas bahwa Dinas Kesehatan hanya mencari keuntungan dan diduga hanya menghambur-hamburkan uang negara saja. 
Padahal menurut informasi, berdasarkan Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) dirjen Pajak, hitungan per-meternya bangunan pemerintah pusat diperkirakan  mencapai sekitar 3 jutaan, namun harga hitungan dari Dinas Kesehatan Sergai sangat berbeda jauh, untuk bangunan pustu saja hingga mencapai 4,6 juta per meternya dan pembangunan Garasi mencapai 9 jutaan permeternya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Ka Dinkes) Kabupaten Sergai Zaniyar saat akan dikonfirmasi wartawan Surat kabar ini terkait masalah ini enggan memberikan komentarnya malah bergegas meninggalkan wartawan dan meninggalkan kantor, dan dihubungi melalui selularnya juga tidak aktif sampai berita ini ditirinkan. (Buyung Nasution)
 
Top