GuidePedia


Foto Kadis PU Kab.Nunukan”Ir.H.Helmi”saat di wawancarai oleh wartawan Di Gedung DPRD Nunukan

Nunukan, Global Post - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nunukan, Prov. Kalimantan Utara, setelah dirumahkan seluruh tenaga honorer DPU Nunukam berencana melakukan seleksi terhadap tenaga honor yang akan dikaryakan kembali di Tahun 2015. Demikian dikatakan Ir. H. Helmi kepada wartawan.

Menurutnya jumlah tenaga honor yang mencapai 300 orang dinilai sudah tidak relevan. ”Kalau mau jujur ya tidak efektif, dari tahun ke tahun juga begitu, Disiplin ilmunya juga banyak yang tidak sesuai. Banyak yang duduk-duduk saja,” ujarnya di kantor DPRD Nunukan, usai rapat, Rabu (7/1/2015) pekan kemarin.

Lebih lanjut menurut Ir. H. Helmi bahwa dari 300-an tenaga honor yang ada di DPU Nunukan, sekitar 15 % memang tergolong nakal, yaitu honorer yang telah mendapatkan surat teguran sebanyak tiga kali, sedangkan sisanya masih bisa dipekerjakan, katanya.

Meski dari sisi akademisi, kata Ir. Helmi, banyak tidak sesuai dengan kebutuhan. Meski demikian Helmi mengakui tenaga honor masih dibutuhkan. “Pegawai yang kita pakai seharusnya tenaga yang bisa kita fungsikan. Tapi kebanyakan tenaga di sana bukan tenaga teknis, kalau kita rumahkan begiu saja kan dia punya anak istri. Makanya kita berikan pendidikan, mungkin dengan pendidikannya dia SMA tapi dia mau belajar ya banyak juga yang bisa kita gunakan,” terangnya.

Masih menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan yang satu ini, bahwa dengan Turunnya APBD Tahun 2015 juga mempengaruhi kebutuhan tenaga honor di Dinas PU, dan untuk tahun 2015 kebutuhan tenaga honor akan disesuaikan dengan kebutuhan oleh PPTK serta kinerja honor,ujarnya.

Ditambahkan dia, “sementara ini berdasarkan absen dan kebutuhan PPTKnya. Kalau dia membutuhkan kita panggil juga. Nanti ada pernyataan lagi. Pokoknya dalam satu bulan misalnya dia tidak apel 5 kali atau tidak masuk tanpa keterangan 5 hari, kalau masih ada keterangan mungkin dia punya anak kecil, menyusui ya nggak masalah. Asal jelas dia ke lapangan bikin surat, kalau tanpa surat kita pecat,” terangnnya. (Ronny Md)
 
Top