GuidePedia

Malang, Global Post
Salah satu tradisi Bersih Desa Sutojayan khususnya Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang sampai saat ini terjaga kelestarianya merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi warga setempat. Prosesi acara Bersih Desa Sutojayan yang digelar pada. Senen (15/12), bertempat di Balai Desa Sutojayan, terlihat Animo masyarakat Sitojayan yang memadati Balai Desa dengan guyuran hujan rintik–rintik tidak membuat para undangan beranjak dari tempat duduk.
Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Malang H. Rendara Kresna, Anggota DPRD Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Pakisaji, Kepala Desa Se- Kecamatan Pakisaji, Perangkat Desa dan toko  masyarakat.
Dalam sambutanya, Ketua Panitia bersih Desa Sutojayan Suradi menjelaskan, untuk rangkaian  kegiatan bersih desa Sutojayan antara lain,  pertama Sabtu  tanggal 13 Desember 2014 di gelar Sholawat Nariyah, yang diikuti beberapa anggota jama’ah Tahlil, yang di teruskan Tsanawiyah dan Aliyah tingkat SDI, SDN, Minggu 14 Desember 2014 kegiatan kirab jolen diikuti 3 RW 23 RT.
Kemudian Senen 15 Desember 2014 pengajian umum tempatnya juga di Pendopo Balai Desa, siang harinya di lanjutkan Tasyakuran  ke makam dan malam harinya  pagelaran wayang kulit dengan Dalang  Ki  Suyono dengan  lakon Semar Mbangun Rojo, artinya Semar itu kan orang tua sesepuh kita, Mbangun Rojo  istilahnya membangun semua yang ada di desa termasuk manusianya juga terbangun, termasuk perekonomian juga terbangun insya allah semua tercaver dalam inti Semar Mbangun Rojo.
Ia menambahkan, untuk kirap Jolen mengambil start dari ujung utara, dari tsanawiyah sana dan itu terus berjalan mulai dari RW 01 langsung masuk belok kiri masuk RW 03, langsung masuk RW 02, dan terakhir masuk ke Pendopo Balai Desa untuk peserta sendiri panitia akan menyediakan hadiah 1,2,3 nilai rupiahnya yang untuk juara 1 kurang lebih Rp 750.000 , hadiah ke-2 Rp 500.000, hadih ke-3 Rp 250.000, itu intinya panitia unutk merangsang untuk menarik perhatian supaya semangat dalam arti mengikuti kirab jolen ini.
“Harapannya bersih desa untuk tahun ini saya kira maknanya cukup sangat berarti sekali, karena apa kita biasanya untuk mengambil hari senin pon itu sesuai dengan naluri sesepuh kita, Insya Allah senin pon yang sekarang adalah senin pon yang pas. Insya Allah warga akan menjadi ayem tentrem, semua membangun sesuai lakon wayangnya dan kedua untuk melestarikan nilai-nilai budaya agar adik-adik kita itu generasi penerus tidak luntur apa arti bersih desa itu, ternyata maknanya itu masih tinggi sekali kalau kita dari cara dalam intinya untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di desa Sutojayan ini supaya generasi penerus kita nanti tidak kehilangan jejak,” katanya.
De sela–sela acara Siti Rokhoiyah selaku Kepala Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji menuturkan, Bahwa untuk pembangunan Desa Sutojayan Alhamdulillah sudah 99%  pembangunanya sudah dirasakan oleh masyarakat, baik itu drainase maupun bedah rumah. Semua ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat, terutama Bapak Andik selaku Anggota DPRD Kabupaten Malang yang ikut menyeport pembangunan yang ada di Desa Sutojayan.
Ia menambahkan, untuk home industry kecil, seperti pengusaha tempe kurang lebih disini ada 100 lebih, pengusaha keripik juga banyak sekali. Alhamdulillah dari pengusaha kecil itu beberapa waktu yang lalu kami kumpulkan kemudian kita bekerja sama dengan dinas industri, koperasi, dan lain-lain akhirnya diberikan pelatihan dalam arti untuk meningkatkan hasil tersebut sehingga terbentuklah yaitu home industri yang intinya disini selain kami juga meningkatkan pembangunan di bidang infrastruktur, juga membangun bidang perekonomian.
Untuk itu saya juga mengharapkan kepada beliau untuk memberikan masukan, memberikan arahan bagaimana untuk desa Sutojayan ini supaya bisa lebih maju, lebih baik, masyarakatnya lebih kreatif sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Siti juga mengaharapkan kepada Bupati Malang Rendra Kresna, dalam hal penerangan jalan antara jalan Sutojayan dan Desa Pakisaji segera ada penerangan. Mengingat jalan tersebut merupakan akses perekonomian masyarakat Sutojayan terutama petani yang mau ke pasar Pakisaji.  (YP)
 
Top