GuidePedia

Inspektorat Tolitoli Tidak Profesional
Pemilik Trevel Menantang Pemeriksa


Tolitoli, Global Post
Kepala inspektorat Kabupaten Tolitoli Drs. Rahman Alatas, MM. Akan menindak tegas kepada anak buahnya yang ingin mencoba-coba merubah laporan hasil pemeriksaan (LHP). Ia akan memberikan sanksi berat, siapa pun dia.

Menurut Rahman sampai saat ini belum ada pokok pokok temuan yang di konfirmasi oleh yang bersangkutan karena hasil dari konfirmasi memperlihatkan bukti tertulis, kalau nantinya ada bukti yang hilang tentu kita akan periksa dulu instansi tersebut, apakah benar-benar sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan ataukah masih ada yang kurang. Tentu ada  sanksi tegas yang diberikan  bagi pegawai inspektorat yang melanggar ketentuan yang  sudah di tetapkan, demikian ditegaskan Rahman Alatas.

Lebih lanjut dikatakan Rahman, tentu inspektorat  tidak akan  menurunkan lagi untuk memeriksa ke instansi instansi terkait, demikian ujar Rahman lagi.

Awalnya ada dugaan pengurangan pengembalian uang perjalanan transportasi  di kantor Kesbang pol linmas yang diduga dilakukan oleh orang nomor dua di kantor tersebut berinisial JP. Adapun jumlah pengurangan pegembalian sebanyak Dua puluh tuju juta, namun surat tersebut belum sempat dibalas oleh Kepala Kantor Kesbang Pol Linmas, tiba tiba menyusul surat dari  inspektorat, dalam surat tersebut menyatakan  terjadi perubahan angka dari 27 juta menjadi Rp 1,1 juta.

Dengan demikian  pengurangan hasil pemeriksaan inspektorat sangat lah fantastis serta membuat para pegawai Kesbang Pol Linmas tersentak kaget dan berkata kok bisa.

Di tempat terpisah Kepala Badan Pol Linmas Kaharuddin Akib, SH saat di temui Global Post di arena turnamen bilyar mengatakan, merasa kecewa terhadap kinerja Inspektorat dan sangat tidak professional dalam memeriksa hasil temuan. Seharusnya Ia tidak akan mengembalikan uang kekurangan  perjalanan kepada inspektorat sebanyak satu juta seratus ribu, karena sudah sesuai dengan harga yang tertera pada tiket pesawat. Bahkan Ia sudah mengkonfirmasi kepada trevel kota cengkeh tempat Ia membeli tiket.

Menurut  Kahar pemilik trevel akan menantang untuk dipertemukan kepada pemeriksa Inpektorat dan akan  memperlihatkan semua bukti yang dituduhkan kepada pelanggannya, bukan saat lagi kerja gitu-gituan, kata pemilik trevel menceritakan kepada Kahar.

Kaban Kesbang  siap  mengembalikan ketika ada kekeliruan yang di lakukan, tetapi kalau hal itu benar lantas harus dipaksakan mengembalikan tentu ini bertentanggan dengan aturan hukum yang berlaku, “saya juga paham Hukum,” kata Kahar.

Menurut Sumber yang tidak mau dikorankan namanya, Inspektorat sebagai harapan pemerintah daerah sebagai ujung tombak pegawasan keuangan daerah sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tetapi kalau  begini kinerjanya tentu di pertanyakan.siapa lagi yang harus di percaya,” tegas Sumber tersebut.

Ironisnya lagi yang benar dipersalahkan justru yang salah di benarkan. Justru ada pertimbangan pemerintah daerah, supaya pegawai yang ada di Inspektorat pernah pengikuti pelatihan penyidik, sehingga memberikan opini kepada terperiksa tidak salah lagi, jelas Sumber. (Sar) 
 
Top