GuidePedia


Lebak, Global Post 
Keberadaan pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang dananya berasal dari Kementerian Pertanian tahun 2014 di kabupaten Lebak, ternyata tidak seperti yang diharapkan. Banyak terjadi dugaan praktik-praktik busuk dalam pelaksanaannya Program yang diperuntukan membantu para petani terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk kegiatan pertanian tersebut bermasalah, dikarenakan hampir semua pelaksanaannya tidak sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Salah satunya  program  bantuan  yang disalurkan kepada Kelompok Tani Badak Kencana Kecamatan Cibadak. Dalam kegiatan  untuk pengadaam ternak kerbau yang seharusnya sesuai petunjuk teknis 10 ekor ternyata hanya 8 ekor. Hasil pantauan di lapangan hanya ada 8 ekor saja. Selain itu Pengadaan hewan kerbau diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertanian, yakni kerbau yang dibeli harus yang berumur minimal 18 bulan. Dalam pelaksanaannya tidak semua hewan yang dibeli berumur 18 bulan, melainkan yang berusia dibawan 18 bulan (10 bulan – 12 bulan), serta  kerbau tidak dibeli sekaligus.
Penyimpangan lainnya untuk bangunan rumah UPPO tidak disertai pintu dan jendela sehingga rawan adanya pencurian. Padahal rumah UPPO digunakan untuk menyimpan mesin UPPP dan kendaraan sepeda motor roda tiga. Sementara itu Ketua Kelompok Tani Badak Kencana Muhamad  ketika dikonfirmasi selalu menghindar. Telpon selulernyapun selalu tak aktif.
Ketua LSM SAMUDRA MPD Lebak  Ade Irwan  mengungkapkan  Kekhawatiran akan gagalnya proyek UPPO di kabupaten  Lebak mengingat Dinas Pertanian terkesan lemah dalam melaksanakan pengawasan. Aktivis yang biasa di sapa Irwan tersebut meminta Dinas Pertanian selektip dalam merekomendasikan kelompok Tani yang akan mendapat bantuan dari Kementrian Pertanian. “Bagaimana program UPPO di Lebak dapat berhasil kalau Kelompok tani penerima bantuan tidak melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk yang ada,” kata Irwan kepada Gobal Post.
Sementara itu pengawas kegiatan UPPO Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni mengakui Kelompok Tani “Badak Kencana” baru menyediakan 8 ekor kerbau. Ia meminta Ketua kelompoknya untuk segera menyediakan kerbau 2 ekor lagi. Selain itu ia kelompok juga harus menyelesaikan semua kekurangan pada rumah UPPO termasuk pintu dan jendela mengingat transper dana sudah dilakukan seratus persen. Ia juga mengajak LSM di Lebak untuk turut mengawasi Program UPPO agar upaya pemerintah untuk meningkatkan pertanian dan perternakan dapat berhasil. (Solihin)
 
Top