GuidePedia

Tapanuli Tengah, Global Post
Sebanyak 510 unit rumah dan perkantoran pemerintah di Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah terendam banjir selasa malam (16/12). Hujan yang mengguyur Kota Barus sekitar pukul 20.00 telah membuat resah warga Kelurahan Padang Masiang yang terdiri dari 217 KK,, desa Pasar Terandam 429 KK, kelurahan Pasar Batu Gerigis 52 KK, desa Kinali 33 KK, desa Ujung Batu 20 KK, desa Kampung Mudik 24 KK, desa Sigambo - Gambo 10 KK, desa  Kedai Gedang 5 KK.

Bukan itu saja, bahkan air sudah masuk ke pusat perkotaan dan menggenangi Rumah Dinas Koramil sebanyak 9 Unit, Kantor Polisi Sektor Barus, Kantor Camat dan juga rumah dinas camat, termasuk Kantor Pos setempat, ujar Camat Barus Anton Sujarwo kepada wartawan saat Meninjau lokasi Pusat Banjir di Tanggul Pasar Baru,  Rabu (17/12).

Dijelaskan Camat, hujan yang turun dibagian hulu Barus membuat sungai masuk dari tanggul yang Jebol di dusun Pasar Baru kel. Padang Masiang saat itu diperkirakan sekitar pukul 20.00 wib hujan deras, sehingga debit air meningkat membuat  air sungai merembes ke pemukiman warga tepatnya di belakang rumah warga Naung Marbun (40) yang tinggal di pinggir Aek Sirahar yang hanya berjarak 2 meter dari tanggul di Lingkungan II Pasar Baru.Kelurahan Padang Masiang.

Lama kelamaan debit air sungai yang semakin besar  dan tidak dapat di bendung, akibatnya berdampak terkenanya Kelurahan dan desa sebagaimana disebutkan diatas. Disamping akibat meluapnya suangai berimbas pada terendamnya sejumlah jalan di kota Barus seperti jalan Jendral Sudirman dan Jalan Ahmad Yani.
Sejumlah warga sudah mengungsi akibat air dengan cepat masuk kepemukiman dan sejumlah rumah warga dalam hitungan detik sudah terendam  sedalam satu meter. Meski warga sudah mengungsi, ada sebagian yang masih bertahan di dalam rumah mereka.

Akibat jebolnya tanggul kondisi air saat sudah rata dengan pemukiman penduduk, jadi jika air sungai Aek Sirahar meluap akan masuk ke pemukiman  penduduk dengan muda.

“Jebolnya tanggul Sungai Aek Sirahar ini telah membuat pemukiman warga tidak aman, maka ketika hujan deras melanda kawasan ini, seluruh pemukiman warga yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) jadi kebanjiran," ungkap camat kepada awak media. 

Ini akibat tanggul Sungai Aek Sirahar di lingkungan II Pasar Baru  Jebol, membuat kondisi itu sudah semakin parah jika air masuk dari tanggul menuju pemukiman warga langusng terkena dampaknya, bahkan sekolah Madrasah Aliyah Negeri Barus juga menjadi salah satu pusat tendangan air dari tanggul yang jebol.
Menurut data ketinggian air mencapai 100 - 150 cm, kita berharap kondisi ini segera berakhir, ujarnya.

Sementara pelaksana tugas Bupati Tapteng, bersama Dan Lanal Sibolga Letkol Igusti Putu Sedana dan Kapolsek Barus AKP Usman, Danramil 01 Barus Kapten Syahruddin  yang juga ikut berkeliling meninjau lokasi banjir bersama PLT. Usai berkeliling melihat banjir barus pada kesempatan itu PLT Bupati Tapteng langsung memberikan bantuan pribadi Rp 10 juta dan memberikan bantuan berupa beras secara Simbolis kepada 10 orang perwakilan dari tiap desa yang terknena banjir yang di terima langsung oleh para kepala desa dan lurah yang di glear di lapangan Merdeka Barus.

Sukran dalam sambutannya, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sangat perduli dengan apa yang terjadi ditengah masyarakat, “ktia sudah meninjau langsung lokasi bencana kita melihat sejumlah sekolah terpaksa di liburkan saya juga berbicara denga kepala sekolah MAN Barus akibat dampak banjir ini, apa lagi saat ini Sejumlah Pelajar  Sekolah Menengah Atas negeri 1 Barus, Madrasyah Aliyah Negeri  Barus yang sedang melaksanakan ujian sekolah tentunya ini sangat mengganggu,” ujarnya.

“Kita bersama Dan Lanal sibolga Letkol. Igusti Putu Sedana dan Kapolsek Barus AKP Usman, Danramil 01 Barus Kapten Syahruddin   juga sudah berkeliling menyapa warga yang terkena banjir, mendengar langsung keluhan warga dan kita bersama Danlanal dan SKPD  melihat Situasi Banjir Barus ini hampir semua rumah di daerah bantaran sungai di Pasar Baru terkena  banjir. Sejumlah warga sudah mengungsi kita datang Bersama Kadis Sosial Mas Intan Aritnonang yang akan memberikan bantuan kepada korban banjir, juga Kepala Badan Penangulangan Bencana Tapteng Bona Parte Manurung yang nantinya bagaimana melaksanakan penanggulangan bencana dan juga hadir Kadis Kesehatan bagaimana menanggulangi kesehatan para warga yang terkena banjir,” papar  kadis PU Jhonson Pasaribu. 

Ditempat terpisah warga dusun Pasar Barus  lainnya Munir Tumanggor (27)  Sekitar pukul 00.00 WIB, ratusan warga mulai panik karena air yang berasal dari hujan deras di hulu sungai sudah masuk ke pemukiman penduduk, mengantisipasi kerugian, para warga sudah banyak juga yang mengevakuasi barang-barangnya.

"Sejumlah warga yang bermukim di kawasan tanggul yaitu, lingkungan II Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang sudah banyak mengungsi tetapi sejumlah warga juga masih ada yang bertahan di dalamk rumah mereka menunggu bantuan dan hingga air surut  akan tetapi itu  bagi warga yang memiliki rumah bertingkat," katanya.

Dilokasi yang sama  Dan Ramil 01 Barus Kapten Syafruddin juga menerangkan hal senada, dia membenarkan  rumah warga  malam itu sekitar pukul 00.00 wib sudah terendam 1 meter sampai hingga 1.5 m,   termasuk kawasan  SMA Negeri 1 Barus dan Perumahan Koramil yang sedikit lebih rendah sehingga harus mengungsi ke kantor koramil Barus yang  diperkirakan lebih aman, ujarnya. (Shs)
 
Top