GuidePedia

Bengkul, Global Post
Hari anti korupsi yang diperingati pada 9 Desember 2014 membuat Gerakan Mahasiswa Kristen Iindonsia (GMKI) Bengkulu menggelar aksi damai di bundaran simpang lima kota Bengkulu.
Massa yang hadir dalam aksi tersebut diperkirakan berjumlah lebih kurang tiga puluh orang. Sementara pernyataan sikap dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesi (GMKI) cabang Bengkulu diantaranya bahwa korupsi adalah sebuah frase penuh makna, yang mendengarnya saja seakan meluluhlantakan berbagai macam bayangan masyarakat kita tentang Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.
Korupsi yang sampai saat ini belum  sanggup menghilangkan dirinya Lima tahun pasca reformasi bergulir agenda untuk memberantas korupsi dari NKRI belum juga bisa terwujud. Namun ada setitik harapan dimana pada tahun 2003 terbentukya suatu lembaga yang memerangi korupsi yaitu KPK .(Komisi Pemberantasan Korupsi).
Namun di sisi lain persoalan barupun muncul ketika sampai saat ini hanya KPK yang seolah bekerja memberantas korupsi. Pertanyaannya, Kemana lembaga eksekutif, dalam hal ini, Presiden dan kepala daerah .yang katanya akan menjadi panglima terdepan dalam hal pemberantasan korupsi di negeri ini.
Kemana pula lembaga legislatif, para wakil rakyat yang pada janji janji kampanyenya mengatakan akan bersih dari yang namanya korupsi. Kemana lembaga yudikatif dalam hal ini para hakim yang menjadi wakil Tuhan untuk menegakan hukum di dunia ini.
Forum Indonesia untuk transfaransi anggaran (FITRA) mengungkap data provinsi terkorup di indonesia, saat ini provinsi Bengkulu menempati urutan ke sepuluh sebagai provinsi terkorup.
Mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi, maka momentum 9 Desember ini bertepatan dengan hari anti korupsi, karena itu GMKI cabang Bengkulu menyuarakan untuk melihat kembali peranan 3 lembaga penopang demokrasi di negeri ini untuk memulai perinsip-prinsip keterbukaan dalam segala aspek kinerja yang dilakukan oleh lembaga legislatif, (DPRD dan DPD), lembagaa eksekutif (Gubernur, Bupati, dan Walikota) untuk mendukung sepenuhnya lembaga lembaga pemberantas korupsi  dan memberikan hukuman yang seberat beratnya bagi para koruptor. Intinya usut tuntas kasus kasus korupsi yang ada di provinsi Bengkulu. (Firmaan H.W)
 
Top