GuidePedia

Malang, Global Post
Dalam rangka memperingati  Hari Korupsi  Internsional Kejaksaan Tinggi Kepanjen (9/12) menyebarkan 1000  stiker yang di pusatkan di KPU, DPRD dan kawasan lampu merah Kepanjen. Menurut Nasril, SH, M.H selaku Kajari Kepanjen menuturkan. Kegiatan ini memang kita laksanakan dalam rangka Hari Korupsi Se- Dunia. Dimana kami selaku Aparatur Negara Penegak Hukum telah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti penyebaran setiker di beberapa titik. Intinya agar masyarakat lebih hati–hati akan bahayanya Korupsi yang saat ini sedang di brantas oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK),  terutama para Pejabat SKPD  Kabupaten Malang.
Kajari juga menjelaskan, untuk tahun 2014 ini, pihaknya telah menangani beberapa kasus di antaranya, telah dilakukan penyidikan 2 perkara antara lain 2 penyidikan dan 5 penuntutan. Penyidikan adanya korupsi atas nama Halim Muhajil selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana dan Prasarana. Sedangkan penuntutannya ada 5 yang pertama atas nama Ahmad Yajid selaku mantan Kepala Desa Pandansari, yang kedua Pupu Swastomo selaku Sekjen Kopindo, yang ketiga Ahmad sholeh selaku Kepala Desa Rembun, yang keempat Edi Basuki selaku Mantan Kepala Desa mbayem, yang kelima Umandri selaku Kepala Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang.
Adapun dalam penuntutan ini Ahmad Yajid sudah putus, mereka mengajukan banding, sedangkan Pupu Swastomo juga sudah putus, melakukan banding juga, yang ketiga Ahmad Sholeh selaku Kepala Desa rembun masih berlangsung, Edi Basuki selaku Mantan Kepala Desa mbayen juga masih berlangsung, Umandri selaku Kepala Desa Sukosari sudah diputuskan. Jadi ada yang ikrar 1, 2 banding, yang 2 sudah berjalan. Memang kita di Kejaksaan Negeri Kepanjen lihat memang cukup luas sekali situasi wilayahnya.
Nasril  menambahkan, Tahun 2015 ini, pihaknya sudah mengantongi  daftar Korupsi  di lingkungan Pejabat SKPD Kabupaten Malang. Memang kita belum sampai ke tahap Penyidikan, tapi nanti pasti ada salah satu SKPD yang kita naikkan kasusnya. Jadi kita bukan hanya sekedar mengejar target, tapi yang penting memang betul-betul yang kita angkat  memang yang bersalah, jadi dalam hal ini seberapa banyak kasus yang di tangani Kejaksaan, yang terpenting hasilnya, tandas Nasril. (YP)
 
Top