GuidePedia

OKU, Global Post
Ratusan aparat Satuan Pamong Praja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersama tim gabungan dari Polres, TNI, Kejaksaan, dan Dinas perhubungan turun kesejumlah titik jalan di dalam kota Baturaja. Aksi ini dilakukan guna menertipkan Pedagang Kaki Lima(PKL) serta menghimbau kepada pemilik Ruko untuk tidak menggelar dagangan di depan Ruko, atau memfasilitasi para PKL yang menggelar daganganya di depan Ruko meraka.

Tampak di lapangan, sejumlah aparat gabungan membersihkan lapak pedagang yang telah di tinggalkan para pedagang. Kebanyakan hanya tertinggal meja, kursi dan kotak buah, yang langsung di angkut ke dalam truk SatPol PP.

Bahkan kawasan di depan RSUD Ibnu Sutowo tak luput dari penertipan. Di lokasi terlihat para petugas langsung menghimbau kepada para pedagang yang masih menggelar daganganya untuk segara menertibkan daganganya.

Penertiban pun berlanjut ke pasar Atas dan pasar Baru yang dipenuhi para pedagang buah dan sayur. Meski para pedagang buah dan sayur yang berjualan di sepanjang Jalan Akmal Pasar Atas sudah membersihkan Lapaknya, ternyata Bekas lapak para pedagang buah justru di jadikan area lokasi terminal bayangan Baru oleh para sopir angkutan kota.

Sebelumnya SatPol PP telah melakukan himbauan kepada para pedagang untuk menertibkan dagangan mereka. Namun karena akibat dari ulah para PKL yang menggelar daganganya yang hampir memakan separuh badan jalan, sehingga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan para pengguna jalan, sehingga sering terjadi kemacetan.

Kasat Pol PP Agus Slim S.Sos MM kepada wartawan mengatakan dalam penertipan tersebut, Pihaknya menghimbau kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tidak kembali menempati tempatnya semula. Kedepan pihaknya akan melakukan penertiban rutin guna mencegah kembalinya para PKL, katanya.
Lebih lanjut dikatakan Agus Salim, selain menertibkan para PKL, pihaknya juga menghimbau kepada pemilik Ruko agar tidak menggelar dagangan sampai trotoar yang merupakan kawasan khusus bagi pejalan kaki. Dan jangan sampai memfasilitasi para pedagang yang berjualan di depan Ruko mereka.  Karena hal itu melanggar PERDA OKU nomor 4 tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pasar Mengenai Kewajiban dan Larangan Pedagang.

Sebab dituangkan dalam Pasal 14 Setiap pedagang yang menggunakan tempat usaha berkewajiban untuk: a. menjaga keamanan dan ketertiban, memelihara kebersihan, dan menata barang dagangan beserta alat perlengkapannya dengan teratur sehingga tidak mengganggu lalu lintas orang dan barang, ujar Agus Salim dalam uraiannya. (Cah)
 
Top