GuidePedia

Tolitoli, Global Post
Mantan Kepala Kantor Perizinan Tolitoli Dra. Vera Mangoal Akan mempertanggung jawabkan tudingan yang dialamatkan pada dirinya, karena sebelum memasuki Tahun 2015 tiga kasus korupsi yang merugikan Negara, akan di sidangkan di pengadilan negeri Tolitoli. Apakah nantinya tersangka langsung di masukkan ke Hotel Predeo atau masih di jadikan tahanan kota, itu adalah domain kajari Tolitoli
Demikian dikatakan Kasi Pidsus kajaksaan negeri Tolitoli Andy Rachman, SH. Karena kasus yang disangkakan kepada mantan kepala kantor perizinan adalah  pengelembungan biaya membuatan Izin mendirikan bangunan (IMB) di hampir seluruh kabupaten Tolitoli, sehingga mengelami pembekakan biaya tambahan dan sudah berlangsung cukup lama di kantor perizinan mulai sejak  tahun 2012 sampai 2013.

Menurut Andy Rachman, kasi pidsus Kejaksaan Tolitoli, Penambahan biaya pada pembuatan IMB sudah melalui proses pemeriksaan yang panjang di kejaksaan negeri Tolitoli bahkan sudah melalui proses expose di Kejaksaan Tinggi di Palu dan ditemukan ada kerugian

Negara mulai tahun 2012 sampai 2013 di seluruh kabupaten Tolitoli yang menggunakan jasa membuatan  IMB, ujar Andy Rachman.

Modus yang digunakan adalah menaikan biaya IMB dan membebankan kepada masyarakat pengguna, namun semestinya tidak perlu dinaikan biaya.

Di duga keterlibat Dra. Vera Manggoal pada saat menjabat selaku kepala kantor perizinan. Sebagai pimpinan tentu harus mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang terjadi diinstitusinya, termasuk pada semua kegiatan  di kantor perizinan.

“Namun saya belum bisa memastikan apakah Vera manggoal menjadi tersangka atau langsung di masukkan ke Hotel predeo Dia, belum tahu. Saya menunggu pak kajari dari Palu, karena Beliau yang punya wewenang selaku pemimpin. Saya tidak bisa memberikan komentar terlalu jauh,” ujarnya.

Ditempat terpisah saat di temui Global Post, Vera Manggoal mengaku sudah di panggil sebanyak dua kali ke kejaksaan dan yang ditanyakan seputar restribusi IMB mengenai penambahan biaya kepada masyarakat penguna IMB sama sekali saya tidak tahu, kalau memang ada berarti ulah bawahan saya,” kata dia.

Mengenai pembayaran IMB yang saya lakukan selama itu, kepada penguna sudah sesuai dengan perda (Peraturan Daerah) yang berlaku. Tuduhan yang di alamatkan kepadanya nantilah kita lihat siapa sesungguhnya yang terlibat, apa yang dituduhkan jaksa kepadanya, Sama sekali tidak benar. Kalau memang saya terlibat, saya akan mempertanggung jawabkan,” ujar Vera. (Sar)
 
Top