GuidePedia

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE
Tangerang Selatan, Global Post

Maraknya peredaran Miras (Minuman Keras) dewasa ini cukup menjadi perhatian serius bagi DPRD kota Tangerang Selatan untuk memerangi peredaran miras diwilayah kota Tangerang Selatan ini. Seperti diketahui akibat penyalahgunaan minum keras yang sering dikosumsi oleh kalangan anak muda umunya di berbagai daerah dewasa ini telah banyak merenggut korban jiwa.
Melihat fenomena ini, Komisi I DPRD Kota Tangerang Selatan tergerak aktip berperang melawan peredaran Miras di kota bermotto cerdas, modern dan reliugius ini. Dengan digalakannya sosialisasi dan mengetuk hati pelaku usaha khususnya pusat perbelanjaan dan minimarket untuk tidak menjual bebas miras sejak saat ini diharapkan bisa meminimalisir peredaran miras itu.
Upaya dewan memerangi peredaraan miras ini terlihat dengan dilakukannya sidak ke berbagai pusat pusat perbelanjaan dan mini market, seperti beberapa waktu lalu komisi I DPRD Tangsel melakukan sidak  sambil mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan dan pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan, yang didalamnya juga memuat aturan peredaran miras di Kota Tangsel. 
Saat komisi I mengunjungi pusat swalayan Giant BSD, Serpong pada, Kamis (18/12), ditemukan satu rak bir yang dijual bebas. Beruntungnya, tak ada sanksi apapun diberikan, karena Perda ini baru efektif diberlakukan berikut sanksi-sanksinya pada tahun 2015 mendatang. Saat ini, langkah sosialisasi dan teguran ringan saja diberikan. Tetapi pada tahun 2015 mendatang, tak ada lagi kata toleransi bagi pusat perbelanjaan yang kedapatan menjual miras itu.
Ada sejumlah anggota dewan Komisi I dalam sidak tersebut, diantaranya Taufik MA, Siti Khadijah, Ledy MP Butar Butar, Ahmad Syawqi, Sprudin, Muhamad Ali Yusuf, Dewi Indah Damayanti, Gacho Sunarso, Safiera Dhuya Tsaniya, dan Ratu Chumairoh Noor.
Saat memasuki pusat perbelanjaan tersebut, langsung saja seluruh anggota dewan itu menuju rak tempat diletakannya minuman beralkohol. Atas temuan itu mereka lantas memanggil manajer pusat perbelanjaan itu untuk dimintai keterangan terkait penjualan miras dilokasi.
Menurut ketua komisi I Taufik, sidak tersebut dalam rangka mensosialisasikan Perda nomor 4 tahun 2014, agar seluruh pusat perbelanjaan dikota Tangsel tidak ada yang menjual minuman beralkohol dengan bebas. "Saat ini kami masih melakukan peringatan saja, sembari mensosialisasikan Perda ini kesetiap pusat perbelanjaan. Saat sidak ini, kami menemukan pusat perbelanjaan yang menjual miras. Ini akan kami ingatkan agar tidak ada lagi menjual miras kedepannya," tegasnya.
Taufik mengatakan, DPRD dan Pemkot Tangsel sudah sepakat menjadikan Tangsel bebas Miras.
Sementara itu sekertaris komisi I DPRD Tangsel Siti Khadijah menambahkan, perang terhadap peredaran miras ini sangat serius, terlebih lagi sudah ada korban akibat miras dikota Tangsel baru-baru ini. Menurut Siti miras sama sekali tidak ada maafaatnya, disamping tidak memberikan kontribusi apapun miras juga tidak memberikan retribusi apapun. (Adv)



<
 
Top