GuidePedia

Jakarta, Global Post 
Tidak ada salahnya sikap tegas yang diambil Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memerintahkan para kadernya untuk menyamakan suara mengenai kebijakan di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ini termasuk dukungan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan ini.

Demikian ungkap politisi partai berlambang banteng itu, Eva Kusuma Sundari. Dikatakan Eva bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah mensosialisasikan sikap satu suara tersebut.

Terkait Politisi PDIP dengan Kartu Sakti Itu Hasil Modifikasi, tambah Eva. "Ketua umum menegaskan, apapun kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi-JK, PDIP harus full support. Tidak boleh ada yang mempertanyakan, apalagi melawan atau tidak setuju, nanti (BBM) naik atau tidak," ungkap Eva kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Sabtu 8 November 2014.

Ketika disinggung mengenai kader PDIP yang masih membandel tidak mau menurut, Eva mengatakan mereka itu akan kena peringatan sesuai dengan aturan partai. "Maka, seluruh fraksi, DPD (Dewan Perwakilan Daerah), DPC (Dewan Pimpinan Cabang) mematuhi garis partai (PDIP)," kata dia.

Eva lebih jauh menjelaskan, sikap PDIP menanggapi rencana kenaikan harga BBM tidak bisa disamakan saat ini dengan yang di masa lampau. Menurutnya, ada beberapa alasan yang bisa membedakan situasinya.
Saat ini, lanjut Eva, Indonesia sedang mengalami defisit anggaran yang mengharuskan untuk melakukan kebijakan untuk mendapat dana segar.

"Pak Jokowi ingin memperbaiki skema subsidi dari orientasi produk jadi orientasi target grup, sehingga skema subsidi akan dirasakan langsung oleh grup yang disasar. Misalkan subsidi khusus petani, nelayan, janda-janda, orang miskin, dan seterusnya. Pakai subsidi umum seperti ini tidak menjamin efektivitasnya," papar Eva. (ren/viv/ant)
 
Top