GuidePedia

Tolitoli, Global Post 
Masyarakat Tinigi merasa kecewa terhadap pemerintah Kabupaten Tolitoli, karena selama ini jalan yang dilalui oleh masyarakat untuk beraktivitas sudah mengalami kerusakan yang cukup para. Perhatian pemerintah untuk mempembaiki jalan poros Desa Tinigi selama 15 tahun sampai saat ini belum juga ada realisasi perbaikan oleh pemerintah Tolitoli.

Demikian dikatakan Jasmin Ardi, SH yang juga selaku pemerhati Masyarakat Tolitoli. Menurutnyan Jalan yang sering dilalu oleh masyarakat Tinigi dan Desa desa lainya menuju kota Tolitoli untuk beraktivitas maupun menjual hasil bumi, sementara desa Tinigi punya kekayaan alam yang melimpah bahkan hampir semua material yang digunakan untuk pembangunan kota Tolitoli dan sekitarnya banyak di ambil dari Desa tersebut.

Jika dilihat memang konntribusi Desa Tinigi terhadap pembagunan cukuplah besar, karena hampir semua material di ambil dari Desa Tinigi. “Sayangnya jalan ini tidak  pernah di sentuh oleh pemerintah untuk di perbaiki, entah kenapa,” kata Jasmin.

“Jalan ini sering juga dilewati kendaraan perusahaan perusahan yang mempunyai pabrik batu pecah dan AMP, sehingga memperparah  kerusakan jalan, ditambah lagi musim hujan seperti saat ini. Sementara Pemerintah lebih memproritaskan kepada pembangunan yang bukan semestinya sebagai skala proritas,” tambah Jasmin.

Jika demikian, kata Jasmin, sama saja artinya pemerintah tidak punya perhatian kepada masyarakat Desa Tinigi, Dan jika benar benar pemerintah dan pengusaha tidak punya lagi niat untuk memperbaikan jalan tersebut, maka jangan salahkan jika masyarakat mengancam untuk menutup jalan karena merasa kecewa. “Intinya masyarakat ingin menutup akses jalan menuju desa Tinigi apapun resiko yang di ambil, karena masyarakat Tinigi sudah bosan dengan janji-janji,” ujarnya dengan tegas.

Sementara di tempat terpisah, salah satu pengusaha yang mempunyai aset di Desa Tinigi, Suardi Amsal mengatakan sebenarnya domain pemerintah, sebagai pengusaha tentu bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada. Ketika ada kerusakan jalan yang sifatnya Emergensi atau darurat, pemerintah harus menurunkan alat alat berat yang ada di Dinas pekerjaan umum, kendaraan itu harus dimafaatkan untuk kepentingan masyarakat, kata Bolong sapaan akrabnya.

Perhatian pengusaha terhadap masyarakat Tinigi sangat lah besar, sebab kami menyadari banyak aset dan materi di ambil dari Desa tersebut, kita siap ketika masyarakat memerlukan, katanya. (Sar)
 
Top