GuidePedia


Bupati lampung Barat Drs. Hi.Mukhlis Basri, MM saat menerima Penghargaan dari pemerintah Pusat atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan th 2013 dengan capaian standar dalam akuntansi dan pelaporan k

Lampung Barat, Global Post
Tanggal 24 September merupakan hari sangat bersejarah bagi Kabupaten Lampung Barat. Karena pada tahun ini Kabupaten dengan julukan “Bumi Beguai Jejama Sai Betik” ini telah genap berusia 23 tahun.  Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 06 tahun 1991 tanggal 16 Juli 1991 dan diundangkan pada tanggal 16 Agustus 1991. Dalam usianya yang ke-23 tahun ini sudah banyak berbagai pembangunan yang dilaksanakan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang didukung DPRD dan seluruh elemen masyarakat melaksanakan  pembangunan secara sistematis, terencana dan berkelanjutan, sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Barat 2012–2017 yang merupakan pedoman dalam merumuskan program kegiatan pembangunan setiap tahunnya. Dalam bidang ekonomi, ketercapaian tujuan pembangunan antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, dan pengurangan jumlah penduduk miskin.

Kondisi perekonomian Lampung Barat saat ini cukup menggembirakan dan cenderung berkembang dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen serta adanya peningkatan pendapatan perkapita pada tahun 2013 mencapai 9,18 juta rupiah lebih atau naik 15 persen dari tahun sebelumnya.  Kemudian menurunnya Rumah Tangga Miskin (RTM) sebesar 9,43 persen atau menurun dari 20.869 RTM menjadi 18.901 RTM, hal ini juga mengindikasikan membaiknya perekonomian di Kabupaten Lampung Barat.

Selanjutnya tingkat Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari indeks kelangsungan hidup, indeks pengetahuan dan indeks daya beli, Kabupaten Lampung Barat terus mengalami peningkatan. Seperti Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lampung Barat berada pada angka 70,61 atau naik sebesar 0,44 poin dari tahun sebelumnya. Selama ini, pemerintah daerah berupaya untuk mempercepat peningkatan indeks pembangunan manusia melalui pelaksanaan serangkaian Program Pelayanan Pendidikan Sekolah Gratis, Kesehatan Masyarakat Gratis, dan Peningkatan Kesempatan Kerja dengan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Gratis pada tahun 2014 mengupayakan adanya manajemen pengelolaan dan pelayanan yang lebih baik serta mendukung penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional. Disamping itu pula, program pelayanan pendidikan sekolah gratis dan peningkatan kualitas tenaga kependidikan yang dilaksanakan terus diupayakan guna meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Lampung Barat.

Dalam menjamin ketersediaan serta kecukupan pangan dan gizi masyarakat, pemerintah daerah telah memastikannya melalui serangkaian program revitalisasi pertanian, perikanan dan ketahanan pangan dengan fokus meningkatkan produksi komoditas pertanian. Hal tersebut terlihat dengan pencapaian kinerja pembangunan pada tahun 2013 yaitu produksi Gabah Kering Panen (GKP) Kabupaten Lampung Barat sebesar 123,7 ribu ton. Kemudian subsektor peternakan tahun 2013 terlihat dengan adanya peningkatan populasi sapi sebanyak 7.099 ekor dan populasi kambing sebanyak 71.330 ekor, serta subsektor perikanan dengan produksi perikanan air tawar mencapai 2.093 ton pertahun.

Pada subsektor perkebunan, pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus mengupayakan peningkatan produksi, mutu produk, kemitraan pemasaran produk yang dihasilkan seperti pada komoditas kopi, kakao, lada, dan aren. selain itu juga mendorong adanya peningkatan pendapatan petani perkebunan melalui diversifikasi komoditas dan integrasi ternak baik dilahan warga maupun dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (hkm). Beberapa produk unggulan daerah (PUD) Kabupaten Lampung Barat yang memiliki daya saing (kompetensi) yang terus dikelola adalah kopi robusta, industri kopi bubuk, pisang, cabe, aren, dan wisata alam.

Upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, terkait dengan ditetapkannya Wilayah Kerja Pertambangan Suoh-Sekincau, pemerintah daerah terus memfasilitasi proses pemanfaatannya melalui PT. Chevron Geothermal Suoh-Sekincau, dengan mengupayakan adanya alih fungsi lahan menjadi wkp panas bumi, sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Lampung Barat. Kebijakan dalam bidang sarana dan prasarana dasar dilakukan pemerintah daerah dalam upaya memenuhi ketersediaan dan kecukupan sarana dan prasarana yang mempunyai peranan penting terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti sarana transportasi, sarana irigasi, sarana penerangan, sarana air bersih serta fasilitasi umum lainnya.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan partisipasi dan swadaya masyarakat dalam proses pembangunan, pemerintah daerah melaksanakan kebijakan untuk mendorong gerakan pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat melalui program Gerakan Membangun Masyarakat (GMBR), yang saat ini telah memasuki tahun keenam. Pelaksanaan program tersebut, selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur di pekon juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat berupa peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja dan meningkatnya akses ekonomi masyarakat.  Dan yang sangat membanggakan bagi daerah ini adalah dibidang pengelolaan keuangan pada tahun 2013, pemerintah Kabupaten Lampung Barat meraih predikat ”Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) yang keempat kalinya.

Kedepan berbagai program pembangunan lainnya yang akan terus dioptimalkan pelaksanaannya antara lain : Pertama, Pengelolaan dan pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Danau Ranau – Lumbok serta Kawasan Rest Area Sumber Jaya sebagai objek wisata potensial daerah.

Kedua, Pengembangan Kawasan Sekuting Terpadu sebagai pusat sarana prasarana publik. Ketiga, Pengembangan Kawasan Agropolitan Way Tenong dengan Kopi Robusta sebagai komoditas inti yang didukung dengan pengembangan komoditi lainnya, sarana prasarana ekonomi, dan pertumbuhan industri kecil menengah serta industri peralatan perkebunan. kawasan ini merupakan pusat dari enam kecamatan sentra penghasil kopi lainnya yang terhubung langsung dengan sentra klaster industri kopi Lampung Barat di Pekon Gunung Terang Kecamatan Air Hitam. Dan keempat, Memfasilitasi pengembangan kawasan pusat penghasil kopi luwak Lampung Barat di Kelurahan Way Mengaku.

Selama tahun 2013 dan 2014 ini berbagai prestasi diraih Lampung Barat diantaranya : (1) Juara Tiga lomba pekon Tingkat Provinsi; (2) Juara Satu Sepak Bola Nusantara tingkat Provinsi.  Selain itu Lampung Barat meraih 29 penghargaan baik nasional maupun propinsi. (Edial/adv)



 
Top