GuidePedia

Bandung, Global Post
Ribuan massa dari LSM GMBI, Jangkar, dan Brantas, datang ke  gedung DPRD Kota Bandung  Jalan Sukabumi, Kamis (23/10). Kedatangan para pengunjuk rasa mempertanyakan kasus tanah di daerah  Kelurahan Darwati Kec Rancasari Kota Bandung  yang saat ini kepemilikannya dikuasai pihak pemerintah  Kota Bandung tanpa adanya kekuatan bukti kepemilikan yang sah.

Dalam pernyataaan sikapnya GMBI sudah selama 6 tahun menjadi pendamping ahli waris. Momod cs yang diberi kuasa untuk mendampingi para ahli waris dalam membantu menyelesaikan persoalan tanah warisan hak milik adat persil No.116 S.I.Kohir No.551 yang dahulu dikenal terletak di blok Lembang Badak/Desa Tegal Luar/Kec Buah Batu Kab Bandung.

Semula seluas 7.100 M2 yang setelah pemekaran tahun 1987 menjadi 4.351 M2 yang saat ini dikuasai dan diakui kepemilikannya sebagai tanah milik desa oleh pemkot Bandung tanpa mempunyai kekuatan pembuktian peralihan kepemilikan antara pemilik Ny. Hj. Rohanah kepada desa Cipamokolan.

Untuk itu kami dari keluarga besar GMBI beserta teman-teman LSM dan Ormas lainnya yang mempunyai  visi dan misi seperjuangan untuk bersama-sama memperjuangkan hak atas tanah milik masyarakat yang di aku, dicaplok serta dikuasai tanpa dasar apapun dengan mengatas namakan kebijakan pemerintah.

Sementara itu menurut Ketua Umum DPP LSM GMBI Fauzan Rahcman, kedatangan kita ke gedung DPRD Kota Bandung ini terkait dukungan dari DPRD Kota Bandung, sebab DPRD secara politik mempunyai hak politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Bahkan hari ini saya sangat bangga dengan kinerja anggota Dewan Kota Bandung. Sebab kedatangan kita langsung diterima oleh Ketua DPRD nya, dan kami masih menyimpan harapan kepada seluruh anggota DPRD Kota Bandung untuk turut memperjuangkan hak masyarakat yang dizholimi oleh Pemkot Bandung.
Semua media tauh, bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Jabar oleh Pak Momod cs, berdasarkan LP No.LP.B/149/II/2014/Jabar tanggal 24 Februari 2014. Namun belum ada tanda-tanda bahwa Pemkot Bandung berniat baik terhadap warganya.

Lanjut Fauzan, saya bersama teman-teman tidak ada kata menyerah untuk memperjuangkan hak masyarakat yang tertindas, karena itulah kewajiban kami selaku LSM turut mendampingi sampai hak masyarakat yang dizholimi didapatkannya kembali, tegasnya. (Herman. S)
 
Top