GuidePedia

Bandung, Global Post
Akuntabilitas public merupakan salah satu indicator keberhasilan pelaksanaan program dalam upaya pencapaian sasaran dilingkungan pemerintahan, karena itu akuntabilitas public dapat dikatakan sebagai factor dominan yang dapat dijadikan sebuah acuan dalam menilai keberhasilan kinerja institusi pemerintahan dalam melaksanakan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak.

Namun kelihatannya kata transparansi justru merupakan sebuah dengungan yang sangat menakutkan khususnya yang  berkaitan dengan pelaksanaan anggaran di Balatkop & UKM Provinsi Jawa Barat, bahkan ada kesan tabu bagi pengelola anggaran untuk memberikan informasi pelaksanaan anggaran yang dikelolanya kepada public.

Menurut informasi yang diterima Global Post, bahwa adanya rekayasa didalam proses pendaftaran dan pelatihan pencetakan wirausaha baru se Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pendaftarannya tanggal 3-31 Maret 2014. Dengan tempat pendaftaran : Dinas Koperasi & UMKM, Disperindag, Dinas Pertanian & Tanaman Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perikan dan Kelautan, Dinas Perkebunan, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi, Dinas Parbud, Disorda dan Dinas ESDM.

Launching program Pencetakan 100 Ribu Wirausahawan Baru dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung Jawa Barat pada tanggal 13 Maret 2014 oleh Balatkop dengan jenis usaha :  (1) Jasa konveksi/jahit.(2) Jasa Salon.(3) Makanan & minuman.

Masih lanjut sumber, Peserta yang hadir dari Kab/Kota se Jawa Barat.  Namun fakta yang kami temukan dilapangan tidak semua yang hadir pada saat Launching  di Gedung Sabuga tersebut memenuhi sembilan syarat yang telah ditentukan, soalnya mulai dari umur sampai pada tingkat pendidikan dan jenis usaha melenceng dari yang menjadi syarat.

Selain itu dikabarkan dari sisi politiknya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada saat itu lagi digadang-gadang ingin mencalonkan dirinya sebagai Wakil Presiden yang rencananya mendampingin Prabowo.
Maka mereka yang hadir saat Launching tersebut kriteria yang telah di syaratkan tidak dipersoalkan, yang penting Gedung  Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung Jawa Barat ramai oleh  para peserta, pungkasnya.

Sementara surat konfirmasi dan klarifikasi nomor 014/GP-pwkjabar/2014 tanggal 13 Oktober 2014 belum mendapatkan tanggapan. (Herman. S)
 
Top