GuidePedia

Bengkulu, Global Post
Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Masyarakat Cinta Bengkulu (GMCB) mendesak Kejari Kota Bengkulu segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan agar tidak menghilangkan barang bukti kasus dana Bansos Pemkot Bengkulu tahun 2012/2014 yang diduga melibatkan Walikota Bengkulu Helmi Hasan CS. Selasa (30/9/2014).
            
Aksi yang digelar dihalaman kantor Kejari kota Bengkulu melibatkan Gerakan Masyarakat Cinta Bengkulu (GMCB) terdiri dari 15 orang, masing-masing terdiri dari Korlap aksi, Agus Suparmin, 38 tahun dan Ketua umum forum Komunikasi LSM.

Massa sebelumnya berkumpul di Sekretariat GMCB Provinsi Bengkulu  Jl. Pangeran Natadirja KM. 7,5 No.50 Kel. Padang Harapan Kota Bengkulu. Massa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menuju halaman Masjid Al-Taqwa, kemudian selanjutnya berorasi didepan kantor Kejari Bengkulu.

Dalam aksi tersebut masa menggunakan alat peraga berupa 1 unit Megaphone, 7 buah Pamplet dan 2 buah spanduk. Perwakilan massa yang berjumlah 5 orang tersebut diantaranya Agus Suparmin Als.Agus Kisut, Suherman, Rojes, Isbowo Afandi, Yuskandani dan Muhar Rozi melakukan hearing dengan Kajari Bengkulu, Wito, SH.MH.

Adapun isi tuntutan aksi diantaranya, meminta Kejari Bengkulu untuk segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti atas kasus dana Bansos Pemkot Bengkulu tahun 2012/2014 yang diduga melibatkan Walikota Bengkulu Helmi Hasan CS.

Kemudian Mengusut tuntas kasus Bansos tanpa pandang bulu (tebang pilih) minimal hingga akhir tahun 2014 sudah masuk ke Pengadilan. Melakukan audit penerima Bansos dan mempublikasikannya. Dan Melakukan audit kerugian keuangan Daerah akibat penyelewengan dana Bansos.

Sementara tanggapan Kajari Bengkulu saat menerimana pernyataan sikap atas tuntutan GMCB menyatakan bahwa, Kejari Bengkulu menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa GMCB dan juga menyampaikan bahwasanya kasus Bansos Pemkot Bengkulu akan menjadi prioritas Kejari Bengkulu untuk menuntaskan kasus tersebut sampai tuntas, dan masyarakat silahkan untuk dipantau perkembangannya.

Dan masih kata Kajari, apabila massa GMCB, LSM ataupun masyarakat Kota Bengkulu mempunyai informasi/data terkait kasus ini maka Kejari Bengkulu sangat butuh hal tersebut dan kiranya dapat sampaikan kepada Kejari Bengkulu.

Wito, SH.M.Hum berjanji kepada para pendemo akan mengusut kasus ini hingga tuntas, dan beliau tidak takut akan intervensi dari pihak manapun juga, karna beliau selalu ikhlas dan lillahi Ta’alah dalam mengemban tugasnya.

Setelah hearing selesai perwakilan massa meminta Kajari Bengkulu untuk menandatangani surat pernyataan sikap sebagai bentuk aspirasi mereka diterima oleh pihak Kejari Bengkulu. Kemudian massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 14.30 wib.

Aksi menyoroti dana Bansos yang seyogyanya kembali digelar pada, Senin (20/10/2014) pukul 09.30 wib, bertempat di Kantor Kejati Bengkulu. Massa berkumbul di  Jl. Merapi Raya No.04 Kel. Kebun Tebeng Kota Bengkulu. Namun gagal dilaksanakan karena tidak mendapatkan izin dari Kepolisian. Aksi tersebut rencananya akan kembali digelar pada, Rabu 22 Oktober 2014

Bertindak selaku Korlap dalam aksi tersebut Tommy Hardianto, 29 tahun pegawai Swasta. Sementara Penanggung Jawab aksi Syech Sasriponi Ronggolawe, Ketu FPI Kota Bkl. Orator  Syech Sasriponi Ronggolawe dan Tommy Hardianto.

Adapun jumlah massa yang dikerahkan pada aksi tersebut sekitar 50 orang dengan dilangkapi alat peraga seperti ; Mobil Komando+sound system 1 unit, Spanduk 2 buah, selebaran 100 lembar, Bendera 4 buah dan alat peraga 1 paket.

Adapun isi tuntutan aksi tersebut diantaranya ; Menuntut kepada pihak Kejari untuk menyelesaikan kasus dana Bansos Kota Bengkulu. Kemudian meminta kepada Kejari Bengkulu untuk melakukan penahanan pihak yang terlibat kasus dana Bansos. Meminta Kejari Bengkulu melakukan audit penerima dana Bansos dan meminta Kejari Bengkulu untuk tidak tebang pilih dalam menetapkan Tersangka kasus dana Bansos yang diduga merugikan negara Rp. 12,2 M.

Tangkap Dan Adili Korupsi Dana Bansos Kota Bengkulu Rp 12,2 Milyar

Sementara Aksi Unjuk rasa  sebelumnya juga berlangsung, Kamis 16 Oktober 2014 pukul 10.00 s/d 12.00 wib bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu, yang akan dilaksanakan oleh Gerakan Masyarakat Cinta Bengkulu dengan melibatkan sedikitnya 50 orang. Bertindak sebagai korlap aksi saat itu Agus Suparmin, 40 tahun, Ketua umum forum Komunikasi LSM yanag beralamat Jl.P Natadirja KM 7,5 Kec. Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Dalam aksinya GMCB meminta Kejari Bengkulu menetapkan Helmi Hasan,SE sebagai Walikota Bengkulu dan Kabag Kesra Pemda Kota Bkl sebagai tersangka dalam kasus dana Bansos tahun 2012 s/d 2014. Kemudian meminta Kejari Bengkulu memberikan kejelasan terhadap proses hukum Bansos Kota Bengkulu dan Meminta Kejari Bengkulu melakukan audit kerugian keuangan Negara/Daerah terkait Bansos Pemda Kota Bengkulu. (Bas/Fir H.W)
 
Top