GuidePedia

Bandung, Global Post
Banyaknya proyek di lingkungan Pusat Survey Geologi Badan Geologi yang terindikasi KKN, hal tersebut disampaikan Wakil Ketua LSM Berantas Korupsi Indonesia (BKI) Toni Curtis. Menurut Toni, saat ini KPK ingin mengusut indikasi penyelewengan dalam Pengadaan Barang/Jasa di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun anggaran 2011- 2013 sudah tepat sekali.
            
Mengingat beberapa proyek/kegiatan yang dikerjakan oleh Pusat Survey Geologi Badan Geologi yang diketahui pada saat itu  Pejabat Pembuat Komitmen nya (PPK) Asep Mulyana Efendi, SH banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang berpotendi merugikan keuangan Negara, bahkan Asep Mulyana disebut-sebut sudah beberapa kali memenui panggilan penyidik, baik dari Polda Jabar maupun Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Seperti Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Gedung Museum Tsunami di Nanggro Aceh  Darusalam sebesar Rp.36.030.000.000,- selanjutnya dalam HPS pada saat pelelangan sebesar Rp.27.501.660.000,-  Lucunya lagi, penawaran sebesar Rp.33.088.888.000,-  dari PT. TRANSKOMINDO REKATAMA dijadikan pemenang, apakah itu bukan dikatakan rekayasa?

Lanjut Toni, selain harus dilakukan penyelidikan oleh aparat penegak hukum tentang pengadaan peralatan dan perlengkapan Gedung Museum NAD juga terkait pembagunan situs Tsunami PLTD Apung di Banda Aceh.

Sebab kata Toni, bahwa masyarakat  Gampong Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh telah menyurati Presiden RI dan DPR-RI terkait adanya indikasi kejanggalan dan kecurangan yang di lakukan oleh PT. Transkomindo Rekatama sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan situs tsunami PLTD Apung di Banda Aceh, proyek ini merupakan proyek dari Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM senilai Rp. 25 milyar.

Pembangunan situs Tsunami PLTD apung tidak sesuai spek yang ada, ada kecerobohan yang sangat fatal yang di lakukan kontraktor salah satunya pihak  pelaksana tidak mengerjakan menggali tanah di bawah kapal dan tidak membuat bantalan dari beton sebagai penyangga kapal agar kapal PLTD apung tidak langsung di atas tanah, ini bisa menggakibatkan terjadinya korosi sehingga lama kelamaan akan berkarat dan kapal akan rusak dengan sendirinya.

Lebih lanjut Toni mengatakan, seharusnya pekerjaan saluran keliling yang di buat dengan ukuran besar dan sangat dalam padahal fungsinya bukan untuk mengalirkan air limbah, pekerjaan tiang pancang yang terlalu banyak pada seluruh tiang-tiang jembatan naik ke kapal yang terbuat dari besi padahal beban tangga /jembatan tidak seberapa dan telah cukup kuat dengan di buatnya umpak yang cukup besar.

Dan pekerjaan kolam air mancur yang terlalu mewah dengan tujuan dapat merekayasa harga setinggi mungkin dan dapat meraup keuntungan yang besar serta tidak adanya papan nama proyek sampai sekarang padahal item perkerjaan ada dalam RAB akhir Desember 2011 realisasinya baru 60 persen.

Indikasi  KKN terkait  kegiatan The High Resolution Airbone Geophysical Surveys Project Phase 1 Papua Indonesia 2010, perusahaan pemenang adalah PT. Intan Angkasa Air Service  KSO GPX Survey dengan penawaran Rp. 45.315.000.000,00. adalah dapat kita lihat pada Izin Usaha, Perusahaan Pemenang mengantongi Izin Usaha dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan adalah Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal, artinya Perusahaan ini bukan bergerak dalam Bidang Konsultansi.

Tahun Anggaran 2011 pemenang  HRAGSP, Phase 2 Papua, Indonesia 2011 juga PT. Intan Angkasa Airservice Komplek KIMU, Jl. Pintu Gerbang Tol Cibitung Desa Gandasari, Bekasi  dengan harga penawaran sebesar Rp 68.940.000.000,00.

Dan tahun 2012 The High Resolution Airborne Magnetic & Radiometric Maluku dimenangkan kembali oleh PT. INTAN ANGKASA AIRSERVICE KSO GPX Survey dengan harga penawaran sebesar Rp. 43.807.639.000,00.

Oleh karena itu Toni berharap pada KPK untuk membongkar dokumen di KESDM terutama pada Pusat Survey Geologi Badan Geologi yang di Bandung, dari dokumen yang kita miliki, bahwa beberapa paket kegiatan di bawah tanggungjawab Badan Geologi khususnya Pusat Survey Geologi untuk diusut, katanya. (Herman. S)
 
Top