GuidePedia

Polisi kini tengah memburu Hendi Albar dan Nurul Haq yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan terhadap empat anggota Polri. Polisi mengancam akan mengenakan pasal pidana kepada warga masyarakat yang menyembunyikan dua pelaku jaringan terorisme itu.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto menuturkan, kesimpulan mengenai keterlibatan dua pelaku dalam kasus penembakan ini diperoleh setelah polisi menelusuri senjata api dan sepeda motor yang ditemukan di tiga tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari proyektil dan selongsong peluru yang berhasil ditemukan di TKP, setelah diidentifikasi ternyata identik. Senjata yang digunakan pelaku pun satu," kata Slamet di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/8) lalu.
Berdasarkan hasil pelacakan sepeda motor jenis metik merek Mio yang ditinggal pelaku di lokasi penembakan, kata Slamet, polisi menemukan bahwa motor tersebut telah berpindah tangan kepemilikan hingga sebanyak 15 orang. 

"Dua orang bernama Nurul Haq dan Hendi Albar diduga sebagai pengguna terakhir. Jadi, pengembangan penelusuran senjata api dan sepeda motor pelaku bisa dikerucutkan, diduga kuat aksi penembakan itu dilakukan orang yang sama," ujar dia.

Slamet menambahkan, dari hasil uji balistik terhadap selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian, Hendi Albar dan Nurul Haq diduga menggunakan senjata api jenis pistol hasil modifikasi dari senjata rakitan dan pabrikan.

Dari hasil uji balistik selongsong, diketahui bagian laras dan magazin diperoleh dari senjata asli, sedangkan bagian lain dari senjata yang berupa rakitan, di antaranya casing (penutup) senjata. Sementara peluru yang digunakan kaliber 9 milimeter, dan ditemukan alur pada selongsong. 

Peluru kaliber 9 milimeter ini biasanya digunakan untuk jenis pistol seperti Glock, Sig Sauer, Barreta, P1, atau FN, namun bisa juga digunakan untuk keperluan olahraga menembak, seperti STI, SPS, CZ, Zping, Steyer, pistol Spingfield, dan HK (Haikler and Kock).

Senjata api hasil modifikasi itu baru-baru ini ditemukan aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di lokasi pembuatan senapan angin di Cipacing, Jawa Barat.

Para oknum perajin senapan angin itu menerima pesanan pembuatan senjata api modifikasi dari beberapa pelaku kejahatan hingga teroris.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkapkan, Nurul Haq diduga sebagai pengemudi sepeda motor dan Hendi Albar sebagai pelaku penembakan. 

Nurul diketahui kelahiran Jakarta, 16 September tahun 1965, lulusan sebuah akademi (diploma III). Status menikah dan memiliki satu orang anak.

Sementara Hendi lahir pada 7 Juli tahun 1983, memiliki tiga orang anak, dan lulusan SMA. Keduanya diketahui pernah berlatih di Gunung Syawal dan dikenal ahli merakit senjata api dan bom pipa. 

Mengenai motif pelaku, Rikwanto menandaskan, polisi menduga pelaku hendak membuat teror. Karena itu, kata dia, polisi memastikan keduanya sebagai jaringan kelompok teror. "Kita tidak temukan ada motif lain, kecuali membuat teror," tutur dia. 

Rikwanto mengimbau masyarakat untuk melaporkan keberadaan kedua pelaku ini kepada petugas kepolisian melalui SMS ke nomor 1717 atau telepon ke 110 atau 08873517351. Polisi mengancam akan menjerat dengan pasal pidana bagi warga masyarakat yang menyembunyikan keduanya.
Ancamannya penjara sembilan bulan sesuai Pasal 221 KUHP dan 15 tahun penjara sesuai UU Tindak Pidana Terorisme.

Dikatakan Rikwanto, dua buronan polisi itu pernah terlibat aksi pencarian dana atau fai, seperti perampokan toko emas di Tambora dan Jawa Barat. Keduanya juga terkait perampokan BPR di Cililin Bandung, kantor pos di Cibaduyut Bandung, serta pembacokan dan penembakan polisi di Bekasi.

Namun, saat ditanya soal jaringan kelompok teror, Rikwanto merahasiakannya. Dia beralasan, kewenangan mengungkap jaringan ada di Mabes Polri dan Densus 88 Antiteror. 

Polri kemarin menyebar foto kedua tersangka terorisme. Nurul Haq memiliki ciri-ciri rambut ikal pendek, berkumis tipis, hidung mancung, jerawat pada dahi, matanya meruncing ke bagian ujung. Hendi Albar memiliki ciri-ciri rambut pendek belah tengah berwarna hitam dan tebal, alis tebal, dan hidung mancung. (Hanif S/Well/Ant)
 
Top