GuidePedia

Kab. Kediri, Global Post 
Dalam rangka menciptakan Kabupaten Kediri  dalam situasi dan kondisi yang kondusif, terutama Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta mengutamakan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat atas pelaksanaan tugas Polri  selaku pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, menegakan hukum dan memelihara  keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Polres Kediri.
 
Hal ini dikatakan Kapolres Kediri AKBP Dheny Dariady melalui Kasatlantas AKP Ari Wibowo pada koran Global Post, Senin (26/08) terkait sejumlah inovasi pada kesatuannya guna mempermudah pelayanan masyarakat mengatakan bahwa senantiasa meningkatkan petugas di bidang pelayanan secara profesional dan humanis guna memberikan kepuasan masyarakat, partisipasi kegiatan kepolisian terutama prioritas sasaran yang dicanangkan pimpinan serta mencegah perilaku petugas yang dapat mengurangi simpati. “kami selalu mengutamakan pelayanan,” katanya singkat.

Pada Unit Reg Ident Satlantas Polres Kediri saat ini menonjolkan pelayanannya seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Smart yang berarti  suatu program metode peningkatan sarana, prasarana, SDM dan manajemen unit pelayanan BPKB dengan tujuan untuk memberikan kemudahan pada masyarakat dalam pengurusan BPKB melalui sistem komputerisasi dan tanda tangan elektronik (Electronic Signature). 

Adanya pelayanan samsat dimalam hari (Samsat Night Service) untuk selalu melayani bagi mereka yang di siang hari selalu sibuk, Samsat Keliling, yang mana dengan adanya Samsat keliling agar bisa lebih terjangkau dan efisien. Juga pelayanan Samsat Drive True dengan tidak turun dari kendaraan bisa langsung terlayani. Pada pelayanan Surat Ijin Mengemudi agar mengurangi kelonjakan maka inovasi terkini yaitu adanya Pelayanan SIM di malam hari (Sim Night Service).

Satlantas Polres Kediri dalam melayani Surat Ijin Mengemudi juga selalu jemput bola, hal ini guna mengurangi bentuk banyaknya pelanggaran berlalu lintas karena tidak mempunyai surat ijin mengemudi. Hal ini dikatakan KBO Lantas Iptu Waluyo di tempat yang sama pada koran ini. “Banyaknya pelanggaran karena tidak bisa menunjukkan SIM atau kelengkapan kendaraan yang kurang,” ungkapnya.

Apalagi sekarang pengaturan ruang pelayanan SIM yang baru selesai beberapa bulan yang lalu diharap masyarakat bisa lebih dilayani dengan nyaman dan tidak berjubel lagi.

Inovasi atau pengembangan baru Unit Dikyasa Polres Kediri guna mengurangi angka kecelakaan pada pelajar yaitu diadakanya Sosialisasi Etika berlalu lintas kepada  pelajar dan wali murid dengan sudah dicanangkannya MoU kepada Dinas Pendidikan sebagai kurikulum pelajaran di sekolah serta MoU dengan Pemkab untuk ciptakan Kawasan tertib Berlalu-lintas (KTL), inovasi Gate (game on traffic education), TAS (traffic annauncer system) ataupun pengenalan lebih dini tentang rambu-rambu lalu lintas di sekolah. Klik Byar pada kendaraan R2.

Menjelang hari raya Idul Fitri 1434 H kemarin bertepatan Operasi Ketupat 2013 unit Dikyasa adakan sharing bluethoot pesan suara TAS ke perusahaan dalam rangka ”budal awal” serta pemasangan banner portable pelopor keselamatan berlalu-lintas. Dan lebih menarik lagi di pasang Badut Zebra di tempat-tempat dominan.

Tak kalah pentingnya inovasi TMC (Traffic Management Centre) suatu sistem integrasi di dalam ruangan yang dilengkapi dengan komputer yang bertujuan untuk pelayanan “Quick respon Time” secara profesional kepada masyarakat, penegakkan hukum dan sebagai pusat informasi bagi polri dan masyarakat. 

Pada Turjawali dengan kegiatan dan inovasi pemasangan GPS tracking patwal roda dua (R2) dan roda empat (R4) pemasangan CCTV di empat titik rawan kecelakaan. Sedangkan unit Laka menurut kanit laka Iptu Rini, ”inovasi dari unit ini adalah Kring Ambulance serta Optimalisasi TAC (Traffic Accident Centre) di desa Putih Kecamatan Gampengrejo,” katanya. (Bb/adv)
 
Top