GuidePedia

Kab. Kediri, Global Post
Acara Halal bi halal  yang digelar di Pendopo Kabupaten Kediri dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sarimbit, Muspida, Ketua DPRD, Staf Ahli Bupati, Sekretaris Daerah dan para Asisten, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian dan Camat se-Kabupaten Kediri, Paskibraka dan tamu undangan baik dari Tokoh Agama, pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Kepala Desa dan Perangkat Desa Pimpinan Partai Politik serta seluruh karyawan dan karyawati Kabupaten Kediri, Senin (19/8/2013) lalu.
 
Suasana resepsi Halal Bi Halal 1434 Hijriyah dan resepsi Peringatan HUT RI ke 68 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan makna yang mendalam dalam membangun kebersamaan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di masyarakat, dengan memelihara rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI di Pendopo Kab. Kediri.

Dalam acara tersebut menghadirkan Ustad Zaky asal Pondok Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang menjadi Juara I Akademi Saur Indonesia (AKSI) yang ditayangkan TV Swasta pada bulan Ramadhon 2013. Dalam tausiahnya Ustad Zaky menyampaikan bahwa Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam pandangan Islam, tidak dibebani dosa apapun.

Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri, karena dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan baik kepada Tuhan maupun kepada sesama, yang mana hal tersebut dapat menyebabkan rasa permusuhan, pertikaian, dan saling menyakiti. Idul Fitri merupakan momen penting untuk saling memaafkan.

Budaya saling memaafkan ini lebih populer disebut halal-bihalal. Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air kita Indonesia, dan telah menjadi tradisi. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. 

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Suci Ramadhan telah berhasil melawan dan mengendalikan hawa nafsu. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa yang dilandasi dengan iman dan taqwa. (BB)
 
Top