GuidePedia

Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) memprediksikan dan memproyeksikan Kabupaten Nunukan yang merupakan salah satu dari 27 kabupaten kota yang berada diwilayah perbatasan diseluruh Indonesia,  bisa mentas dari kategori daerah teringgal. Hal tersebut disampaikan Kasubbag Protokol Joned SHut usai mengikuti Rapat Kerja Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan  (P2DP) yang digelar di Hotel Grand Asia Jakarta, Senin (19/8).
 
Menurut Joned, indikator penilaian yang dilakukan kementrian Pembangunan Daerah tertinggal dilihat dari 3 aspek yakni persentase rata-rata laju pertumbuhan ekonomi didaerah tertinggal dan persentase penduduk miskin didaerah tertinggal serta indeks pembangunan manusia didaerah tertinggal. 

Untuk pengentasan daerah tertinggal maka perlu langkah strategis yang menjadi prioritas, akan dituangkan dalam Rencana Panjang Menengah Nasional  yakni mengembangkan perekonomian lokal yang fokus pada sector unggulan, meningkatkan konektifitas sarana dan prasarana pendukung ekonomi didaerah tertinggal, memberikan insentif bagi para investor, meningkatkan kerjasama antar daerah, mengembangkan program pengentasan kemiskinan yang terfokus dan terintegrasi sesuai dengan permasalahan utama dan karakteristik  ketertinggalan daerah, mengembangkan inisiatif proaktif pemerintah daerah, meingkatkan jumlah tenaga pendidikan dan kesehatan, meningkatkan sarana pendidikan dan kesehatan. 

“Contohnya pemerintah membangun sekolah berasrama (Boarding School) di daerah dengan kondisi geografisnya sulit dan permukiman tersebar,” ujarnya.

Selain itu, membangun tempat tinggal atau rumah dinas bagi tenaga pendidikan dan kesehatan, membuka dan meningkatkan akses terhadap pusat pelayanan dasar khususnya didaerah terpencil dan terisolir, meningkatkan insentif untuk menarik tenaga pendidikan dan kesehatan ke daerah tertinggal dan perbatasan.
Joned menjelaskan, untuk pencapaian persentasi Kabupaten Nunukan sesuai dengan persentase indikator prioritas nasional Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk daerah perbatasan tertinggal pada tahun 2012 sebesar 74,87 Persen sedangkan rata-rata nasional Indeks Pembangunan Manusia sebesar 68,3 Persen. Tahun 2013 sebesar 75,36 persen dan rata-rata nasional IPM sebesar 68,7 Persen dan pada tahun 2014 rata-rata IPM sebesar 75,85 persen sedangkan rata-rata nasional sebesar 69,2 persen.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)  tahun 2012 8,3 Persen sedangkan rata-rata nasional daerah perbatasan daerah tertinggal sebesar 6,73 persen. Tahun 2013 diproyeksikan persentase LPE sebesar 6,66 persen sedangkan rata-rata nasional sebesar 6,78 persen. Dan pada tahun 2014 diprediksikan sebesar 4,97 persen dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 6,84 persen.  Sedangkan untuk Indeks Kemiskinan (IKM) pada tahun 2012 lalu persentase rata-rata yakni 10,41 persen lebih baik dibandingkan persentase rata-rata nasional sebesar 16,65 persen. Pada tahun 2013 angka kemiskinan kembali mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2012 sebesar 9,39 persen dibandingkan rata-rata nasional sebesar 15,46 Persen dan pada tahun 2014 sebesar 8,37 persen dengan rata-rata nasional sebesar 13,98 persen.

Untuk itu, langkah pembangunan untuk mengentaskan kabupaten Nunukan sebagai daerah tertinggal diperbatasan maka diperlukan kerja keras khususnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang nantinya diharapakan berada diposisi on the track sesuai dengan langkah staretegis yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, sehingga proyeksi kabupaten Nunukan untuk mentas dari daerah tertinggal dapat tercapai.

Untuk rapat koordinasi Percepatan pembangunan daerah tertinggal di perbatasan direncanakan akan digelar di Kabupaten Nunukan, pada Selasa-Jumat 3 – 6 September 2013 yang direncanakan akan diikuti oleh lembaga kementrian yang berhubungan dengan pembangunan wilayah perbatasan. Kemudian sesuai dengan agenda yang telah direncanakan yakni  rapat paripurna, siding kelompok serta akan melakukan kunjungan lapangan di Sebatik untuk melihat langsung kondisi wilayah perbatasan, selain itu kementrian pembangunan Daerah tertinggal juga akan meresmikan Proyek Penjernihan air. (Hms/Rdm/Gp)
 
Top