GuidePedia

Jakarta, Global Post 
Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang satu ini tampaknya di mata “sang” komisaris CV Karya Anak Bangsa, Liberty, sangat konsisten dan bisa diharapkan untuk memeriksa bawahannya yang bandel. Apalagi sudah berani melakukan kebohongan.

             
Demikian diuangkapkan salah satu Pengurus CV. Karya Anak Bangsa terhadap pembangunan Gapura di Kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulo Gadung  beberapa waktu lalu direnovasi yang sedianya melibatkan CV. Anak Bangka menjadi pihak ke tiga dalam Penunjukan Langsung (PL) dalam proyek renovasi tersebut, tapi kenyatannya malah dikerjakan oleh pihak pengelola PIK sendiri.

Kasus ini mencuat akibat Pimpinan Teras CV. Anak Bangsa yang merasa dibohongi oleh Kepala UPK PIK (Unit pengelola Kawasan  perkampungan Industri Kecil), dimana saat itu pihaknya diminta membuat perusahaan dalam bentuk CV dan diiming-imingi ada proyek PL, yakni renovasi gapura PIK.
“Ini ada pekerjaan senilai  Rp. 75 juta. Kalian buatlah CV sama gambar dan SPH (Surat Penawaran Harga), nanti serahkan ke saya. Tapi, kerjaan ini jangan kalian kasih ke orang lagi,’’ ujar Irwandi, Kepala UPK kala itu.

Setelah CV, gambar dan SPH nya selesai dibuat, kemudian diajukan ke Irwandi,  Kepala UPK PIK.  “Gambarnya jangan hitam putih harus berwarna supaya kelihatan bagus. Dan pekerjaan ini belum bisa kita kerjakan karena masih musim hujan,” ucap Irwandi lagi kala itu.

Lantaran musin hujan pengerjaan gapura PIK pun yang terdiri dari pengecatan tertunda selama 6 bulan. Pada April 2013, tampak gapura PIK tengah dibangun tanpa melibatkan CV. Aanak Bangsa sebagaimana yang telah ia janjikan.

Melihat gapura tengah dikerjakaan, Global Post yang mengetahui persoalan ini mencoba melakukan konfirmasi ke Kepala UPK  PIK, Irwandi, namun kala itu tak berada di tempat. Salah seorang stafnya Hendra, Kasi Sarpras, mengatakan untuk pekerjaan PL pengecetan  gapura tahun 2013 ini sudah dicoret, katanya.

“Untuk pengerjaan PL pengecatan gapura tahun ini sudah dicoret. Bahkan anggaran pengecatan untuk anggaran tahun 2014 belum tentu juga ada, Bang,” ungkap Hendra Kasi Sarpras UPK PIK Pulo Gadung, coba berbohong kepada Global Post.

Irwandi sendiri selakiu Kepala UPK PIK Pulo Gadung kerap tak berada di tempat, hal ini terlihat saat Global Post berniat konfirmasi masalah tersebut, ia tampak sulit ditemui. Sekali waktu, Irwandi tengah cek kesiapan HUT DKI Jakarta yang dipusatkan di taman PIK ditanya soal gapura yang sedang dikerjakan tampak kaget.

“Kalian ‘kan tidak bisa mengerjakan itu dan tidak akan sanggup, makanya saya kerjakan sendiri. Saya pinjam bendera kalian, maka saya kasih Rp 6.500.000, ke Pak Beny. Jangan kau tanya lagi soal gapura itu ke saya. Tanya aja langsung ke Pak Beny. Itu, kan teman kau,” ujar Irwandi  menjawab Global Post di taman PIK seolah merasa benar, ironisnya seorang PNS mengerjakan justru mengerjakan proyek PL sneiri tanpa melibatkan pihak ke tiga. (Sitohang/Did)     
 
Top