GuidePedia

 Tangerang, Global Post
Polres Kota Tangerang menangkap tujuh orang tersangka pelaku pengrusakan kantor Desa Pondok Jaya dan Kantor Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang usai pemihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Tangerang minggu (30/06) lalu.

“Mereka diduga kuat provokator utama dalam aksi kerusuhan dan penyerangan pemilihan kepala desa (Pilkades) di desa Pondok Jaya. Saat ini sudah diamankan 7 orang yang diduga kuat sebagai pelakunya oleh jajaran Polres, terkait pengrusakan kantor Desa Pondok Jaya dan Kantor Kecamatan Sepatan. Karena kasus ini  berkaitan dengan kerusuhan massa maka di ditangani di Polres, ” ujar Kapolsek Sepatan, AKP Sunaryo kepada wartawan belum lama ini.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Siswo Yuwono menjelaskan 7 orang pelaku yang sudah diamankan itu sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pengrusakan kantor desa dan kecamatan Sepatan tersebut, mereka diduga sebagai dalang dalam kerusuhan dan pengerusakan kantor Desa Pondok Jaya, dan juga pembakaran kartu suara di Kecamatan Sepatan hari Minggu (30/6) malam usai pemilihan pilkades, ujar Kasat.

Menurut Kasat, Polisi sedang melakukan pengembangan dan pengejaran pelaku lainnya, karena  identitas yang bersangkutan pelaku kerusuhan tersebut sudah kami kantongi, dalam waktu dekat ini muda-mudahan sudah bisa terungkap semua,” kata Kompol Siswo Yuwono.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sangat menyayangkan tindakan pelaku tersebut, selain itu Bupati Tangerang ini menginginkan agar para pelaku lainnya cepat tertangkap dan diberi sanksi hukum yang sesuai dengan perundang undangan yang berlaku yang sesuai dengan perbuatannya yang telah merusak aset daerah.
Menurut Zaki kami akan membuat laporan kepada pihak kepolisian, karena yang dirusak itu adalah aset daerah, seperti kantor desa dan Kantor kecamatan  itu banyak dokumen-dokumen pemerintah dan dalam insiden ini utamanya telah mengganggu pelayanan masyarakat,” ujar Bupati kepada wartawan usai membuka acara gerakan tanam serempak di Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, minggu lalu. (Joni)
 
Top