GuidePedia

Banda Aceh, Global Post
Hingga Hari keempat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sembilan desa masih terisolasi. Akibatnya, tim gabungan penanggulangan bencana sulit mencapai desa-desa tersebut, sehingga sampai Jumat kemarin, ribuan warga belum tersentuh bantuan, Sabtu (6/7).

Daerah yang masih terisolasi yaitu Kecamatan Ketol, Kabupaten Bener Meriah. Beberapa desa menjadi terisolasi akibat rusaknya jalan dan infrastruktur penghubung menuju desa-desa tersebut.

Hingga jum’at, dua kampung di Kecamatan Ketol, yakni Kampung Serempan dan Kampung Beh, belum bisa diakses sama sekali. Karena itu, warga dua kampung tersebut belum mendapatkan bantuan makanan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat, mendata 39 orang meninggal akibat gempa di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat pekan lalu menyebutkan, dari 39 orang meninggal tersebut, 8 orang ditemukan di Bener Meriah dan 31 orang di Aceh Tengah.

Selain tercatat 39 orang meninggal dunia, 7 warga dinyatakan hilang dan 275 orang luka-luka. BNPB juga mendata 4.292 rumah rusak parah dan 83 bangunan fasilitas umum rusak.

Dalam rapat koordinasi di Posko Bener Meriah yang dipimpin Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kamis malam, Bupati Bener Meriah melaporkan, tiga warga Aceh Tengah saat kejadian gempa meninggal di Bener Meriah. Itu membuat mereka terdata dua kali, yakni di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Tim evakuasi gabungan, Jumat petang, menghentikan pencarian korban gempa karena cuaca tidak memungkinkan. Kemudian Sabtu (6/7) dilanjutkan evakuasi bagi korban yang belum ditemukan.

Untuk mempercepat penanganan korban dan pengungsi gempa Aceh, maka BNPB mengirimkan bantuan logistik dan peralatan. Bantuan itu dikirimkan melalui beberapa tempat. Jumat siang, dari Medan dengan menggunakan pesawat terbang Hercules TNI-AU dikirim 13 ton logistik berupa mi instan, sarden, biskuit, kecap, kopi, gula, teh, pembalut, bubur bayi, air mineral, popok bayi/pampers, dan sebagainya, sedangkan dari jalur darat dikirim 3 ton bantuan logistik, termasuk bantuan dari Bank BRI berupa selimut, pakaian sekolah, air mineral, susu, teh, kopi, dan sebagainya. Sebelumnya, Rabu (3/7), BNPB juga mengirimkan tiga truk bantuan melalui jalur darat berupa logpal tenda pengungsi 50 unit, tenda keluarga 50 unit, velbet 100 unit, HT 10 unit, peralatan dapur 400 paket, sandang 300 paket, dan tenda gulung 200 paket. 

Melalui Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui pesawat kargo sebanyak 24 ton logistik dan peralatan bantuan dari BNPB, Kemsos, dan Bank Mandiri. 

Bantuan yang dikirimkan dari BNPB berupa tenda keluarga 100 unit, velbet 200 unit, genset 20 unit, tambahan gizi 2.400 paket, sandang 1.000 paket, tenda gulung 1.000 unit, kids ware 1.000 paket, family kit 2.000 paket, kelambu 1.000 lembar, selimut 2.000 lembar, kantong mayat 100 lembar, makanan siap saji 270 dus, dan kasur lipat 600 unit. Dari Kemsos berupa selimut 500 lembar, kurma 2 ton, tenda keluarga 22 unit, tenda pengungsi 4 unit, tenda payung 4 unit, dan sebagainya. 

Sementara dari Bank Mandiri berupa kompor smart stove 1.000 unit dan penjernih air 2 unit. Jalur udara ke Aceh melalui Lhokseumawe kemudian dilanjutkan jalur darat dan diserahkan ke BPBA Bener Meriah dan BPBA Aceh Tengah untuk selanjutnya didistribusikan kepada korban.

Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan belasungkawa atas tragedi gempa di Aceh yang memakan korban jiwa. Dia mengingatkan pentingnya upaya preventif membangun rumah tahan gempa. Marzuki juga mendorong pembangunan rumah tahan gempa agar masyarakat tidak waswas menjalani aktivitas. Perizinan pembangunan rumah pun, menurut dia, harus menyertakan syarat antigempa. 

"Karena itu, teknologi bangunan antigempa itu seharusnya menjadi landasan di dalam memberikan perizinan kepada masyarakat. Manakala membangun rumah, jangan biarkan masyarakat membangun rumah yang bisa menimbulkan korban," katanya.

Marzuki mengingatkan kembali tragedi tsunami yang bisa saja terjadi tanpa terduga. Untuk itu, warga diimbau agar tak membangun rumah di pinggir pantai. "Sifat orang Indonesia ini pelupa. Sudah lima tahun, nanti kita lupa risiko gempa, risiko tsunami, makanya kita mengingatkan terus, jangan membangun rumah di pantai.

Gempa bumi juga mengguncangan Samosir, Sumut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dalam situsnya, gempa berkekuatan 3,7 skala richter terjadi sekitar pukul 00.58 WIB. Pusat gempa berada di darat, 16 km timur laut Samosir.

Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan berlokasi di 2.62 LU-98.68 BT. Belum diterima ada atau tidaknya laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat gempa tersebut.

Sementara itu, Jabar juga diguncang gempa 5,1 skala richter (SR), Jumat lalu, sekitar pukul 16.30 WIB. Pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan kedalaman 21 km. Berdasarkan data dari situs resmi BMKG, pusat gempa berada di kawasan 73 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, 86 km tenggara Garut Jabar, dan 127 tenggara Bandung. Belum diketahui pasti apakah ada kerusakan akibat peristiwa tersebut. Tetapi, gempa kecil dirasakan hingga ke Kota Bandung. (Yon. P/Paras/Herm/Ant)
 
Top