GuidePedia

Brandan Barat, Global Post
Pendidikan dan Penyuluhan terhadap kelompok nelayan/pelaku utama di Brandan Barat, Kabupaten Langkat, yang dilaksanakan di Pos Perikanan Brandan Barat,  Sabtu (29/6), dihadiri 70 kelompok nelayan dari Desa Perlis, dan Desa Kelantan Kecamatan Brandan Barat.

Koordinator Penyuluhan Kelompok Nelayan, Bandung Sihombing mengatakan bahwa tujuan pendidikan dan penyuluhan kelompok nelayan adalah untuk memvalidasi kelompok nelayan. Maksudnya, supaya pihak nelayan sebagai pelaku utama benar-benar eksis seperti usahanya, anggotanya, dan nama kelompoknya.

“Validasi kelompok nelayan adalah untuk memperkecil kesalahan seperti kesalahan dokumen, kondisi daerah, profil anggota, dan lain lain,” ujar Sihombing ketika dikonfirmasi Global Post, di tempat acara.

Kegiatan ini terlaksana karena adanya arahan dan perintah dari kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Langkat Ir. Ali Mukti Siregar. “Penyuluh swadaya tugasnya untuk membantu kelompok nelayan, berdasarkan Peraturan Meneteri Perikanan dan Kelautan NO 14/2012.tentang penyuluhan kelompk nelayan,” ujar Bandung Sihombing.

Dalam kesempatan itu Sihombing mengatakan ada tiga jenis kelompok nelayan. Pertama, kelompok nelayan pemula, kedua kelompok nelayan madya, ketiga kelompok nelayan utama. “Masing masing kelompok nantinya akan dinilai tim  penilai, bila memenuhi nilai yang ditentukan maka kelompok pemula bisa naik kelas,” ujarnya.

Kelompok pemula harus bisa meraih nilai 365, sehingga bisa naik kelas menjadi kelompok madya. Begitu juga dengan kelompok nelayan madya harus bisa meraih nilai 655, supaya menjadi kelompok utama.

Sebagai tindak lanjut (follow up)  kepada kelompok, akan diberikan Kartu Identitas Kelompok (KIK) 2013, sehingga pada tahun 2014 kelompok nelayan yang memiliki kartu identitas kelompok nelayan bisa dilayani bila mengajukan proposal bantuan nelayan. “Jadi, tidak ada lagi kesalahan persepsi dalam kelompok nelayan,” ujar Sihombing. (Marjono)
 
Top