GuidePedia

Kota Tasikmalaya, Global Post 
Kepala Dinas Cipta Karya Ta¬ta Ruang dan Kebersiahan, Tar¬lan, dicecar sejumlah perta¬nyaan oleh Pansus Pembetukan OPD mengenai seputar rencana pe¬misahan dinas yang dipimpinnya.

Seperti ditandaskan Wa¬kil Ketua Pansus, Pepen Rus¬pendi, bahwa konsep yang dipaparkan Tarlan telah bagus. Tetapi, dia mempertanyakan bagaimana persiapan Sum¬ber Daya Manusia (SDM) pega¬wainya terutama untuk Dinas Kebersihan dan Perta¬manan.

Selain Pepen, Dindin Kama¬lu¬¬din pun mempertanyakan hal yang bernada sama. Din¬din menanyakan kepada Tarlan, apakah telah melakukan evaluasi karena Di¬nas Ciptakarya akan dibagi dua. Pa¬salnya, ujar Dindin, percuma kalau Cip¬takarya 'dibelah' tetapi tidak siap akibat belum dila¬ku¬kan eva¬luasi. 

Zen¬zen Jaen¬u¬din berpendapat, Dinas Ke¬be¬r¬sihan dan Perta¬manan yang akan dibentuk ha¬rus mem¬¬buat seksi pengaduan sehingga masyarakat berinteraksi langsung dengan dinas.

Kadis Ciptakarya, Tarlan men¬jawab, bahwa tidak ada pegawai bertitel sarjana taman. Namun, kata dia, dengan pengalaman pegawai yang ada, di¬nas harus menyesuaikan.

"Dan saya telah mengajukan ke kepegawaian untuk menerima PNS bertitel sarjana taman de¬mi kebutuhan dinas yang ak¬an dibentuk," jelasnya.

Kendati demikian, untuk pertanyaan Dindin dan Zenzen, Tar¬lan mengungkapkan, peme¬karan dinasnya itu semata un¬tuk peningkatan pelayanan pu¬blik. "Ketika dipisah, diharapkan optimal," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pansus, Nurul Awalin, belum bisa me¬mutuskan apakah akan disetujui usulan eksekutif itu atau hanya sebagian. Pasalnya, kata Nurul, untuk memutuskannya ha¬rus mencapai kesepakatan.

"Kalau sekarang masih pembahasan dan minggu depan su¬dah finalisasi. Jadi keputusannya Insya Allah minggu depan," terangnya. (Kisarianto Panjaitan)
 
Top