GuidePedia

Jakarta, Global Post 
Perjuangan almarhum Taufiq Kiemas dalam membumikan Empat Pilar Kebangsaan di tengah krisis dan tantangan global saat ini, harus terus dilanjutkan. Demikian dikatakan Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto, pekan lalu di Jakarta.
 
Empat Pilar Kebangsaan merupakan langkah nyata pengabdian yang ditorehkan almarhum. Karena itu, salah satu cara untuk terus menghidupkan perjuangan almarhum Taufiq Kiemas, Sidarto meminta Empat Pilar Kebangsaan bisa dimasukkan dalam kurikulum nasional mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi.

Pancasila, salah satu Empat Pilar, adalah warisan yang lahir dari the founding fathers. Indonesia, kata Sidarto, merupakan bangsa besar yang memiliki keragaman etnis, suku, budaya dan agama. "Pak Taufiq Kiemas sangat gigih menjaga semangat persatuan. Karena itu tindakan intoleran, hemat kami harus ditindak tegas sesuai hukum," kata Sidartodalam acara Mengenang Wafatnya Taufiq Kiemas di Kompleks Parlemen, Jumat (19/7).

HAdir dalam kesempatan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu Ani Yudhoyono dan Wapres Boediono, Wakil Ketua MPR RI Melani Leimina Suharli, Hajriyanto Y Thohari, M. Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Purnomo, anggota DPR RI dari FPDIP, Demokrat, Golkar, PPP, dan lain-lain. Pembacaan Yasin dan tahlil dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Dikesempatan ini, SBY menjelaskan dua pesan penting dan prinsip selama bersahabat dengan TK sejak 2009 silam, yaitu tentang kebangsaan dan menjaga silaturahmi. Banyak kenangan yang manis selama bersama dengan tokoh besar, yang juga besar jasanya terutama mengenai hal-hal prinsip seperti kebangsaan harus kokoh seperi batu. Sedangkan mengenai gaya, pola, dan cara, maka mesti mengikuti arus yang sedang berlaku di masyarakat.

"Dua hal prinsip kenangan kami dengan beliau sejak 2009, yaitu tentang kenegaraan dan kebangsaan yang kokoh seperti batu. Itu selalu menjadi kepentingan utama, sedangkan sebagai anak bangsa kita selalu hidup bedampingan bersama-sama secara damai, penuh kasih-sayang, dan menjaga silaturahmi serta persaudaraan," ujar Presiden SBY dalam menyampaikan pesannya.

SBY juga mengatakan bahwa sosok Taufiq adalah seorang konsiliator sejati. Dalam berpolitik selalu ada jarak, namun dalam politik juga bicara kebaikan bersama. "Persahabatan dengan Bapak Taufiq Kiemas, kami masuk wilayah yang sama menyangkut politik itu," kata SBY.

Presiden SBY juga menyampaikan bahwa dirinya merasa bersyukur bisa bersatu dalam doa untuk TK. Ia juga mengajak semua yang hadir dalam acara ini mewujudkan apa yang dicita-citakan suami Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Semoga tokoh kita, dan kakak kita tenang di sisi Allah SWT dan diterima segala amalnya. Beliau itu seorang konsoliator yang hebat. Dalam politik itu bisa berbeda, ada mufakat, dan tentu untuk kebaikan bersama, dan persahabatan. Beliau telah membukakebuntuan politik, terus berkomunikasi, dan menjaga silaturahmi. Itulah beliau. Semoga apa yang menjadi cita-citanya, dan pemikirannya, mari kita lanjutkan," ajak presiden.

Sementara itu Boediono menilai jika TK sebagai tokoh yang selalu menjaga rambu-rambu kebangsaan berupa 4 pilar bangsa yang terus disosialisasikan sampai sekarang ini. "Kita yang mengenang wafatnya beliau, menghormati beliau, dan tentu harus melanjutkan 4 pilar bangsa ini. Hanya caranya yang mungkin berbeda, yang mesti tertarik untuk generasi muda mendatang," ujarnya. (Rul/Ant)
 
Top