GuidePedia


 Depok, Global Post 
Mantan camat Cimanggis, Kota Depok, Agus Gunanto, kini menjabat sebagai sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok terdakwa kasus penipuan dan penggelapan  tanah milik  PT. Pertamina seluas 4,6 hektar  terletak di Leuwinaggung, Cimanggis  (kini masuk Kecamatan Tapos) persegi  dijual kepada PT. Wijaya Karya (Wika) sebesar Rp.7,21 miliar  pada pertengahan tahun 2010. PT. Wika menyerahkan uangnya kepa   Agus Gunanto menjabat Camat Cimanggis, Ukar Kosasih,Ermawati dan Hasan Nurdin.
 
Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap yaitu pada 10 Agustus 2010 sebesar Rp. 500 juta dan pada 7 September 2010 sebesar Rp. 6,5 miliar untuk membeli lahan 40 hektar, pencairan dananya di Bank  Mandiri Cabang Depok, Jl. Margonda Raya. Akte jual bel (AJB) tanah dibuat dan ditanda tangani Camat Agus Gunanto mendapat fee sebesar Rp 2 miliar. Selanjutnya Agus mengambil uang fee nya Rp.1 miliar sedangkan Rp. 1 milarnya lagi diberikan kepada ketiga rekannya dan kepada salah satu tim suksek pasangan calon walikota Depok pada saat Pemilukada.

Tanah  yang terletak di Leuwinaggung seluas 4,6 hektar  tersebut ternyata tanah bersertifikat milik karyawan PT. Pertamina . 

Merasa tertipu PT. Wijaya Karya (Wika) melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya. Lalu ditangani Satuan Reserse Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) langsung menangkap Ukar Kosasih pada 6 Maret 2013, selanjutnya  Sekdis Disnakersos Kota Depok Agus Gunanto dan 1 April  2013 dicokok dikantornya. Dan pada pertengahan bulan Mei 2013 lalu menyusul ditangkap Hasan Nurdin Mantan Lurah Leuwinaggung.

Pada sidang di Pengadilan Negeri  (PN)Depok  dipimpin oleh Hakim Ketua Prim Haryadi, Anggota Iman Lukmanul Hakim dan Eti Kurniati. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Ferry  Sarkowi. Terdakwa, Agus Gunanto ini didakwa melanggar pasal berlapis, yakni pasal 378 jo pasal 55 ayat 1  KUHP tentang Penipuan dan pasal 373 jo pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penggelapan.

Dengan dakwaan tersebut Agus Gunanto diancam hukuman 4 tahun penjara karena perbuatannya. Kendati Agus sudah menjadi terdakwa dan menginap di Hotel Prodeo Pondok Rajeg / Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg, Cibinong Kabupaten Bogor. Namun Agus Gunanto masih menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos).

Sementara usai sidang Agus mengatakan pada wartawan, dirinya menangis karena sejumlah kolega, PNS Pemkot Depok dan keluarga  datang memberikan semangat untuk menyelesaikan perkara yang menimpanya, ucapnya.

Dikatakan Agus, sama sekali tidak mengetahui kalau tanah seluas 40 hektar yang dijualnya bersertifikat ganda. Pengajuan akte jual belinya diterima dari Ukar Kosasih. Akhirnya menjadi masalah dan sampai ke meja pengadilan. Tanah yang dijualnya,  seluas 4,6 hektar dengan total  nominal harganya RP.14 miliar. Nanti kan terungkap siapa-siapa yang terlibat dan menikmati uangnya, cetusnya.

Disinggung masalah fee Rp. 1 miliar diberikan kepada ketiga rekannya dan salah satu tim sukses untuk memenangkan  pasangan calon walikota Depok pada Pilkada Depok 2010. Padahal rumor yang berkembang, mayoritas masyarakat sudah tahu pak. Namun alangkah eloknya kalau bapak yang mengatakan,  kepada pasangan calon walikota-wakil walikota nomor urut berapa pak ?

Namun Agus tidak menjawab langsung meninggalkan wartawan menuju tahanan PN Depok selanjutnya kembali Lapas  Pondok Rajeg. (jopi)     
 
Top