GuidePedia

Kab. Semarang, Global Post 
Temuan Batu Candi di perumahan Astina residence Jl. BPTP, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggemparkan warga perumahan, oleh para pekerja proyek yang sedang meratakan tanah untuk pembangunan perumahan baru di kawasan tersebut. 
Puluhan batu nampak berserakan dan sebagian ada yang rusak karena terkena alat berat, bahkan menurut Herman Supandi selaku kontraktor  candi sudah rubuh ke arah timur namun pondasinya masih terlihat ada dan beberapa bagian batu ada yang dibawa kerumah Pak Budi yang tak lain sebagai pemilik lahan perumahan tersebut. 
Pengembang Astina Residence Budi Karyono mengakui kalau pihaknya saat meratakan tanah yang rencananya lokasi tersebut akan dibangun perumahan tipe 70 sebanyak 19 unit, ditemukan puluhan batu candi dan di pindahkan ke rumahnya. Namun, pihaknya selain tidak berniat untuk menjual batu-batu tersebut, juga tidak tahu jika memindahkan batu candi tersebut melanggar Undang-undang Benda Cagar Budaya.
Menurut Budi, Batuan candi tersebut ditemukan para pekerja di kedalaman satu meter dari permukaan tanah yang jauh dari pohon bambu, lahan tersebut kondisinya miring maka saya ratakan, ternyata ditemukan bebatuan tersebut dalam keadaan berserakan dan ada semacam pelataran kecil. Pihaknya, telah melaporkan penemuannya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Prambanan dan mereka (petugas BPCB-red) akan meninjau ke lokasi sekaligus mengecek jenis bebatuan tersebut. 
“Saya menunggu hasil laporan saya, kalau memang batu tersebut merupakan batu candi tua maka silahkan jika akan digunakan untuk penelitian. Namun, saya berhak mendapatkan kompensasinya kalau lahan tersebut diambil alih pemerintah,”ungkapnya.
Budi  menambahkan pihaknya memang belum mengajukan perizinan proyek pengembangan perumahan tersebut, namun siap mengurus perizinan ke Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT) Kabupaten Semarang.
Sementara Kepala Seksi Kesejarahan, Museum dan Purbakala, Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Semarang, Etty Dwi Lestari mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait temuan batu candi di Astina Residence, Sidomulyo tersebut. 
“Saya belum dapat laporan adanya temuan tersebut, mudah-mudahan tidak ada yang rusak atau hilang. Pihaknya akan mengecek lokasi penemuan situs candi dan akan melaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) provinsi Jawa Tengah,” kata Etty.
Pihaknya hanya sebatas mengecek dan memantau lokasi karena tidak memiliki tenaga ahli, peralatan dan anggaran untuk penelitian.
Ketua Lembaga Pelestarian Benda Cagar Budaya Jawa Tengah, MA Sutikno menjelaskan temuan situs Candi di Sidomulyo tersebut kemungkinan masih berkaitan dengan temuan sebelumnya di depan kantor kelurahan Sidomulyo berupa lingga-yoni bahkan patung Ganesha dan Syiwa yang tidak jauh dari lokasi temuan tersebut. “Kemungkinan masih satu kawasan berupa pemukiman penduduk atau pemerintahan dan masih perlu diadakan penelitian lebih lagi”katanya.
Bagus Jati Waluyo selaku anggota Lembaga Pelestarian Benda Cagar Budaya Jawa Tengah menambahkan berdasarkan penelitian dan kajiannya, diperkirakan bahwa Kabupaten Semarang merupakan kawasan pemerintahan. Seperti halnya, Candi Ngempon yang merupakan kawasan pengampu sebagai tempat belajar.
Terpisah, Bupati Semarang H. Mundjirin mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait pengambilalihan lahan tempat ditemukan batu-batu candi tersebut, namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPCB Jateng di Prambanan. “Soal kompensasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPCB. Namun, kalau harus dibebankan Pemkab Semarang maka akan diusulkan di APBD perubahan 2013 atau APBD 2014,” kata Mundjirin berharap pengembang harus merelakan lahannya untuk dijadikan kawasan situs sehingga masyarakat bisa nguri-uri situs peninggalan sejarah.
Bupati menegaskan langkah terpenting agar mengamankan situs candi tersebut agar tidak rusak atau hilang sebelum pihaknya bertindak bahkan melangkah lebih lanjut.
Kepala KPMPT Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi bersama pamong budaya Disporabudpar, jika mengacu pada ketentuan yang mengatur tentang BCB maka semua aktivitas seharusnya dihentikan untuk  kepentingan penelitian dan pengkajian instansi terkait. “Lokasi temuan tersebut sudah dipetakan menggunakan bantuan perangkat Global Positioning Sistem (GPS)” katanya.
Soekendro menegaskan pemilik lahan temuan batu-batu candi tersebut, belum mengajukan izin proyek pengembangan perumahan dan pihaknya akan menghentikan semua aktivitasnya karena ada indikasi dilahan tersebut tersimpan batuan candi lainnya. (rz)
 
Top