GuidePedia

Indramayu, Global Post 
Pembuatan sertifikta Program Nasional Agraria (Prona) untuk desa-desa di kabupaten Indramayu pada kantor pertanahan kabupaten Indramayu tahun anggaran 2013, yang dianggarkan pemerintah melalui APBN yang masuk dalam  DIPA pertanahan. rawan akan pungutan liar yang melibatkan oknum perangkat desa dengan berbagai alasan, berdasarkan pantauan alasan di lakukannya pungutan yang paling sering di temukan di lapangan adalah untuk dana operasional kepanitiaan yang di bentuk oleh kepala desa, beberapa desa yang telah di konfirmasi mengaku pungutan tersebut dilakukan atas dasar musyawarah dan kesepakatan masyarakat penerima Prona yang di tuangkan pada berita acara tertulis bermaterai 

Ketika Global Post mengkonfirmasi Kepala Desa Lajer, Sujono yang didampingi Sekretaris Desa, Tarjono bersama Lurah Radisa dikantornya, terkait dugaan adanya pungutan liar untuk biaya kegiatan operasional program Prona di desa Lajer, Sujono mengatakan, silahkan bapak langsung tanya saja ke masyarakat penerima Prona, apakah ada yang di punguti atau tidak, jangankan ratusan ribu, seratus perak pun tidak ada yang kami punguti, karena segala kelengkapan persyaratan pemberkasan maupun untuk operasional kegiatan program Prona sudah ditanggulangi oleh pihak panitia program Prona,” katanya.

Lanjutnya, kalau pun nanti sertifikat sudah jadi, dan masyarakat tidak mengganti biaya operasional kegiatan program Prona tersebut, atau tidak memberi imbalan pun tidak masalah yang penting kami berharap modal yang dikeluarkan pihak panitia bisa kembali, itu saja sudah bersyukur, rencananya nanti masyarakat penerima Prona akan kami kumpulkan di balai desa untuk memusyawarahkan tentang kegiatan program Prona, kami selaku kepala desa ketika nanti ada musyawarah akan menganjurkan kepada masyarakat untuk bergotong royong membantu pihak panitia demi suksesnya program Prona tersebut,” ujarnya.

Ditempat terpisah salah satu warga masyarakat blok Sukabakti Desa Lajer Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Tariyah mengatakan, kami penerima Prona tidak merasa dipunguti biaya untuk operasional kegiatan program tersebut, yang kami tahu biaya operasional tersebut sudah ditanggulangi oleh pihak panitia dan pihak pemerintah desa, makanya kami sebagai masyarakat penerima Prona merasa berterima kasih kepada pihak pemerintah desa Lajer yang benar-benar membantu masyarakat. tapi kami juga tidak mau merugikan pihak panitia maupun pihak pemerintah desa, kalau nanti sertifikat sudah jadi kami pun akan mengganti biaya operasional yang telah dikeluarkan oleh pihak panitia, walaupun seikhlasnya sesuai dengan kemampuan kami, karena dengan adanya program Prona kami merasa terbantu,” katanya. 

Hal senada dikatakan Ayip warga masyarakat blok Sukamukti Rt 01 Rw 01 Desa Lajer, sebagai penerima program Prona, dirinya merasa berterima kasih kepada pihak panitia program Prona maupun pihak pemerintah desa Lajer, karena sampai dengan saat ini pihak panitia program Prona maupun pihak pemerintah desa Lajer tidak memunguti biaya untuk operasional kegiatan tersebut, namun demikian kami masyarakat penerima Prona tidak akan melupakan begitu saja kepada pihak panitia program Prona maupun pihak pemerintah desa, karena kami benar-benar merasa dibantu. (Rudi)
 
Top