GuidePedia

Jakarta, Global Post
 Upaya Penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bank Indonesia (BI) membawa sinyal positif bagi upaya pengungkapan kasus Bank Century.

"Penggeledahan itu membuat kasus Bank Century bisa diungkap lebih utuh lagi. Kualitas pemeriksaan bisa makin meningkat," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Medan, Rabu (26/6) pekan lalu.

KPK menggeledah BI selama 20 jam sejak Selasa pukul 10.00 WIB. Atas pemeriksaan itu, KPK menyatakan mengapresiasi terhadap BI. Bambang menyebutkan, baik Gubernur BI maupun institusi BI mendukung langkah-langkah yang diambil KPK, sehingga KPK tidak mengalami kesulitan.

"Apa yang ditunjukkan BI adalah contoh baik untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan objektif," ujar Bambang. Dia mengimbau masyarakat dan lembaga pemerintah agar mencontoh sikap dan perilaku BI dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam menyikapi penggeledahan oleh KPK dan penegak hukum lain.

Menurut Bambang, BI tidak membuat kegaduhan, tidak membuat informasi yang distortif, apalagi menyesatkan yang dapat menjurus ke indikasi potensi pembohongan publik dan sekaligus pelanggaran atas Pasal 21 UU Tipikor yang berkaitan dengan obstruction of justice.

Untuk melengkapi berkas perkara Budi Mulia sebagai tersangka kasus Bank Century, penyidik KPK kembali meminta keterangan pejabat BI, Rabu (26/6). Pejabat BI yang diperiksa adalah Doddy Budi Waluyo, Direktur Eksekutif Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Sementara itu, anggota Tim Pengawas Penanganan Kasus Bank Century, Ahmad Yani, mendesak KPK agar segera menetapkan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pencairan dana talangan (bailout) ke Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

"Dugaan keterlibatan Boediono dalam kasus Bank Century sudah cukup terang benderang. Seluruh Dewan Gubernur BI, termasuk Boediono, harus segera ditetapkan sebagai tersangka," ujar Yani kepada wartawan di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Dia menambahkan, KPK harus segera menuntaskan kasus Bank Century karena proses penanganan yang dijalani sudah banyak memakan waktu. Dia mengingatkan, KPK jangan hanya berfokus menangani kasus-kasus korupsi yang relatif kecil.

Anggota lain Timwas, Bambang Soesatyo, mencurigai tim pemburu aset mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, tidak bekerja sebagaimana mestinya. Buktinya, aset Bank Century yang dilaporkan tim itu kian hari kian menipis.

Sebagaimana dilaporkan Ketua Tim Pemburu Aset Amir Syamsudin dalam rapat bersama Timwas Kasus Bank Century di gedung DPR kemarin, aset Bank Century kini hanya sekitar 18 juta dolar AS. Aset itu tersebar di tiga negara, yaitu Swiss, Amerika Serikat, dan Hong Kong.
"Jangan-jangan, tim pemburu aset sudah berubah jadi tim pemburu angin," ujar Bambang dengan nada kecewa.

Menurut dia, aset Bank Century semula diperkirakan bernilai ratusan juta dolar AS. Karena itu, dia mempertanyakan nilai yang dilaporkan tim pemburu aset.

"Bagaimana bisa, aset yang semula ratusan juta dolar AS kini tinggal 18,2 juta dolar AS? Apa ada permainan? Semua aset di tiga negara itu menyusut," kata Bambang.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua DPR Sohibul Imam mengungkapkan, Timwas Kasus Bank Century berharap seluruh aset yang diduga merupakan kerugian negara akibat bailout bank tersebut senilai Rp 6,7 triliun bisa dikembalikan ke kas negara. Untuk itu, Timwas melakukan rapat dengan Tim Pemburu Aset.

Sedianya, rapat itu dihadiri pimpinan KPK. Tetapi mereka kembali tidak memenuhi undangan Timwas Bank Century. KPK beralasan, pimpinan KPK sedang ke luar kota.

Sebelumnya, selasa (25/6) lalu, penyidik KPK menggeledah kantor BI di Jakarta untuk mencari bukti-bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan keputusan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) untuk bank itu.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan belum bisa mengungkapkan hasil penggeledahan itu. "Bagaimana saya bisa publis karena mereka (tim penyidik) baru selesai pukul 05.00 WIB pagi (Rabu--Red). Belum ada sama sekali yang bisa diwartakan," ujarnya.

Namun, Busyro mengaku optimistis bahwa KPK tetap berupaya maksimal dalam melaksanakan tugas menangani kasus Bank Century. "Penyidik KPK tetap memaksimalkan tugas dengan hikmat, tekun, dan kerja keras," ujarnya. (Sug/Ant)


 
Top