GuidePedia

Tasikmalaya, Global Post 
Kenaikan BBM berimbas kepada naikannya ongkos  angkot. Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika (Dishub Kominfo) Kota  Tasikmalaya H. Aay akan menaikan tarif dari Rp.2500 menjadi Rp.2800.

“Kenaikan itu telah  memperhitungkan berbagai hal dan komponen yang telah ditetapkan pemerintah berkisar 15-30%. Maka kita sementara menetapkan harga tarif menjadi Rp. 2800,” ujar kepala Dishub  Kominfo Kota Tasikmalaya pada sebuah acara Primajasa Foundation, di Masjid Agung, belum lama ini. 

Pokok utama   kenaikan tarif angkot, kata dia yakni kenaikan harga BBM. Konsumsi BBM bagi  angkutan perkotaan rata-rata menghabiskan 8-10 liter perkilometer. Satu putaran angkutan perkotaan menempuh jarak 15 kilometer, sehingga satu hari angkot biasa 12 rit jalan.

“Jadi, perhitungan kita  kenaikan tarif menjadi Rp.2800, tetapi kita juga harus  mendengar asumsi dari pihak organda,” katanya.

Lalu, bagaimana dengan ongkos para pelajar? Dishubkominfo, kata dia,  akan merancang tarif bagi murid SD Rp 1000, SMP dan SMA Rp 1500, serta   mahasiswa Rp 2000. “Prediksi kita, kenaikan tarif angkutan perkotaan akan mencapai 27 persen,” tandasanya.

Sementara Direktur Utama PT. Primajasa H. Amir Mahpud, mengatakan bahwa walaupun pemerintah pusat telah menaikkan tarif di kisaran 20-30 persen, pihaknya   tidak akan ikut naik.

 “Insya Allah kita tidak akan ikut menaikan tarif. Karena kita sudah  menyiapkan strategi lain agar tidak memberatkan terhadap masyarakat,” ujarnya disela-sela  penyerahan beasiswa dan santunan Primajasa Foundation tersebut.

Amir Mahpud menegaskan, jika tarif angkutan  tidak dinaikkan,  pihaknya     tidak akan mengalami kerugian. “Asalkan antusiasme masyarakat menggunakan jasa transportasi  Primajasa  tetap  membludak. Ini sebagai kepedulian kita sama masyarakat yang  kurang mampu,” tuturnya. 

Namun, Amir Mahpud mengungkapkan jika pemerintah tidak melakukan kenaikan BBM, maka Indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang membuat  mati suri semua usaha, ditambah akan membuat  keuangan negara semakin defisit. 

“Meskipun dengan naikannya BBM, berat dirasakan oleh masarakat, akan tetapi  ini  melihat kondisi saat ini sangat sulit jika harga BBM tidak dinaikkan. Ini untuk menstabilkan ekonomi,” ungkapnya. (Asep/Herman B)
 
Top