GuidePedia

Tasikmalaya, Global Post 
Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kota Tasikmalaya  mengadakan  latihan pemulasaraan jenazah di Hotel Pajajaran. Warga Tasikmalaya mengikuti kegiatan ini sangat antusias.
            
 Peserta perwakilan dari Cipedes, Ustaz Dudung, yang terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan itu, mengatakan bahwa latihan pemulasaraan  jenazah  ini  jarang diadakan. “Dengan adanya latihan pemulasaraan jenazah yang digelar oleh kemenag tersebut, para perwakilan dari DKM (Dewan Ketua Masjid) diharapkan bisa mengajarkan kembali kepada anak didiknya serta masyarakat yang ada di daerah tempat tinggal masing-masing peserta,” tuturnya. 

Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Patoni MM mengatakan kepada wartawan bahwa  dengan adanya latihan pemulasaraan jenazah warga Tasikmalaya diharapkan bisa serta mengetahui tanda- tanda mati dan mati suri, serta bisa melaksanakan pemulasaraan jenazah.

dr Sarwono Dinas Kesehatan Kota  Tasikmalaya, yang diundang dalam latihan pemulasaraan jenazah tersebut, menjelaskan bahwa tanda-tanda orang yang meninggal dunia bisa dilihat dari nadi tangan.

“Untuk menyebutkan orang meninggal, terlebih dahulu bisa diraba dari  nadi tangan. Bila nadi tangan sudah tidak ada, periksa dahulu nadi yang ada di leher. Setelah itu periksa nadi beserta napas/udara yang ada di jantung melalui hidung, terutama    pernapasan. Bila nadi leher serta detak jantung kurang berfungsi, maka orang tersebut dinyatakan  mati, baik mati suri ataupun mati,” ungkapnya. 

KH Udin Sadudin dari sisi agama, mengungkapkan bahwa pemulasaraan jenajah dari mulai mengetahui mati atau belum matinya manusia. Setelah itu   memandikannya, mengkafankannya, dan mensholatkannya, serta menguburkannya. (Asep/Herman B)
 
Top