GuidePedia

Jakarta , Global Post
Tak ingin 250 dinamit yang hilang jatuh ke tangan kelompok orang tidak bertanggungjawab, Polri kerahkan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror guna melacak keberadaan barang tersebut. Namun, Polri mengakui, pengamanan alat peledak yang diangkut truk dari Subang ke Bogor itu tak maksimal.

Karena itu, menurut Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, pengamanan alat peledak ini akan melakukan evaluasi. Bahkan dikatakan Kapolri terkait peristiwa hilangnya 250 dinamit itu merupakan kecelakaan.
"Jika ada kelalaian, siapa pun diproses. Tetapi, kita fokus bagaimana mencari barang (dinamit) itu," ujar Timur sambil meminta peristiwa itu tidak terulang.

Kapolri menandaskan, pihaknya telah membentuk tim berunsur Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polda Jabar untuk melacak 250 dinamit yang hilang itu. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menambahkan, pihaknya mengambil langkah-langkah antisipatif terkait penggunaan dinamit curian untuk aksi terorisme. "Bisa saja bahwa barang-barang bahan peledak ini digunakan untuk tujuan lain, bukan sebagai aktivitas penambangan, tetapi tujuan terkait masalah terorisme. Hal seperti itu yang harus kita antisipasi," kata Boy di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Mabes Polri tidak akan meremehkan kondisi yang saat ini terjadi. Pihaknya juga harus tetap memprediksi kemungkinan bahwa bahan peledak curian itu digunakan untuk hal-hal yang membahayakan.

"Namun, sementara belum ada indikasi ke sana (aksi terorisme - red). Sampai saat ini belum ada fakta seperti itu, makanya penyelidikan juga dibantu tim Detasemen Khusus (Densus) 88," katanya.

Lebih jauh dia menuturkan, sementara ini pihaknya melihat hilangnya 250 batang dinamit itu sebagai aksi pencurian. Pihaknya bersama jajaran kepolisian yang wilayahnya masuk dalam rute perjalanan truk itu kini juga terus melakukan penelusuran ulang, termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jabar, dan Polres Bogor. Boy Rafli juga mengungkapkan, truk pembawa dinamit yang hilang dalam perjalanan Subang-Bogor sempat berhenti sebanyak lima kali.

"Diketahui truk pembawa dinamit itu sempat lima kali berhenti, di antaranya gara-gara macet dan ban kempis, jadi sempat ganti (ban)," tutur Boy.

Polisi, lanjut Boy, menelusuri rute perjalanan truk dari Subang ke Purwakarta, masuk Tol Sadang, kemudian ke Marunda menuju Bogor via Tol Jagorawi ke arah BSD, Tangerang. "Sedang ditelusuri tentang validasi data, di mana saja mereka berhenti, singgah, dan hambatan apa aja, yaitu sempat lima kali berhenti itu," ujarnya.

Untuk mencari pelakunya, polisi telah memeriksa 11 orang terkait hilangnya dua boks berisi 250 batang dinamit milik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang diangkut oleh sebuah truk di Bogor, Jawa Barat.
"Ke-11 saksi itu telah dimintai keterangannya di Polres Bogor," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul.

Ke-11 saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangannya itu, yakni tiga orang kernet, empat orang sopir, satu pengawal, dua satpam, dan satu manajer perusahaan penerima kiriman dinamit, yakni PT Batu Sarana Persada.

Dikatakan Martinus, dugaan sementara, bahan berbahaya tersebut hilang saat perjalanan dari Subang ke Cigudeg, Bogor, pada Rabu (26/6) dini hari.

Ia menuturkan, walaupun sudah memeriksa 11 orang saksi, namun hingga saat ini pihaknya belum menemukan titik terang. "Sampai sekarang belum ada, namun kita akan terus melakukan penyelidikan. Kita juga masih selidiki, apakah hilang atau salah hitung," ujarnya.

Di dalam kendaraan tersebut, kata dia, terdapat amonium nitrat sebanyak 30.000 kg, dinamit 2.000 kg, dan detonator listrik 4.000 unit.

Kasus hilangnya 250 batang dinamit itu diketahui setelah terpal penutup truk pengangkutnya robek, dan ternyata dua dus berisi 250 batang dinamit raib. Polisi belum bisa memastikan di mana 250 dinamit itu raib, bisa jadi di tol, di sepanjang Jalan Subang, sepanjang Jalan Cugudeg, Bogor, atau saat tiba di lokasi tujuan.
Selain itu, polisi juga mencari tahu siapa pelaku yang mengambil 250 dinamit itu dan mendalami motifnya. Polisi juga menggelar razia besar-besaran di beberapa titik yang diduga menjadi rute raibnya 250 dinamit itu. (Han/Ant)
 
Top