GuidePedia

Batu Jatim, Global Post 
Peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik provinsi Jawa Timur terus ditingkatkan. Lebih dari 500 guru tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK dan guru berkebutuhan khusus masuk dalam kategori guru berinovasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr. Harun Msi mengatakan Mereka dikumpulkan di Hotel Purnama, Batu untuk mendapatkan bimbingan teknik pengajaran lebih baik dan meningkatkan kualitas pendidikan, untuk mendapatkan kesempatan ini, para guru harus menyingkirkan guru-guru lain mulai kecamatan dan kabupaten/kota. Kemudian guru yang lolos dibina secara khusus oleh dinas pendidikan (Dindik) Jatim.

Semangat guru yang telah diberikan untuk menumbuhkembangkan anak didik, menurut Harun, perlu mendapat apresiasi. Penghargaan ini, disamping sebagai apresiasi untuk guru, pengawas atau kepala sekolah terbaik, juga merupakan cara agar guru lainnya dapat terpacu melakukan inovasi pembelajaran lebih.

"Sebelum datang ke acara ini mereka lebih dulu telah diseleksi. Jadi menang atau tidak diajang ini, para guru ini sejatinya adalah guru-guru terbaik," tutur Harun.

Diantara prestasi yang masih hangat dalam ingatan adalah, Jatim menjadi provinsi yang memiliki nilai rerata Ujian Nasional (UN) paling tinggi tingkat SMA/SMK/MA. Sedangkan tingkat SMP, kabupaten Sampang menjadi daerah yang memperoleh apresiasi nasional, serta peningkatan mutu pendidikan menjadi juara 1. Torehan prestasi itu lanjut Harun, terwujud karena komitmen Gubernur Jatim dalam mengalokasikan anggaran APBD untuk pendidikan. Ada 60% APBD secara khusus dikucurkan ke pendidikan, termasuk untuk peningkatan SDM.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) RI Poppy Dewi Puspitowati. Mengaku sangat bangga dengan cara Jatim meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru. Bahkan sangat dimungkinkan cara mengasah kualitas guru ini akan di nasionalkan karena memiliki dampak positif. Apalagi banyak guru dari Jatim yang mewakili nasional untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri. Bahkan dari pendataan, guru di Jatim sangat mendominasi perwakilan dari seluruh Indonesia.     

Sementara itu Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dispendik Jatim Nur Srimastutik menyatakan, para guru yang ikut lomba di Batu ini, mengikuti seleksi ketat sebelumnya didaerah. Mereka juga menulis karya ilmiah. Nah, ke depan, mereka nanti diharapkan prestasinya tidak hanya berhenti di momentum lomba saja. "Tapi diharapkan, nantinya mereka bisa menjadi teladan di daerahnya," tutur Nur.

Menurut ibu yang murah senyum ini, nantinya para pemenang dalam lomba ini, akan mendapatkan hadiah. Mulai dari piala, piagam, dari Gubernur Jatim, uang pembinaan dan laptop. Mereka yang menang, nantinya akan dibina terlebih dahulu, sebelum menjadi perwakilan untuk diikutkan lomba di tingkat nasional.

Menilai guru yang berprestasi dan unggul dapat dilihat dari produk yang dihasilkan. Seorang guru dinyatakan berhasil ketika mampu mencetak anak didik menjadi berkarakter dan memiliki prestasi akademik yang baik. Seorang kepala sekolah dinilai berhasil lantaran mampu mengelola para guru disekolahnya. Demikian pula pengawas, keikutsertaannya mengawasi jalannya pendidikan dapat menentukan apakah pendidikan dapat berhasil atau tidak.

Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jatim Nur Srimastutik menyebutkan hal itu satu persatu sebagai rangkaian penilaian yang akan dilakukannya. "Bagaimanapun inovasi guru akan dapat dilihat pada tataran implementasi. Dari sanalah produk pendidikan juga akan terbentuk," tutur Srimastutik. (ADV/PUL)
 
Top